Tidak Turun Kelapangan Inspektorat OKI Hanya Menerima Laporan

Kayuagung, (MR)
Warga Desa Karangsia, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan. Mengeluhkan minimnya pembangunan di desa mereka sejak dipimpin Kepala Desa  Aziz. Bahkan Hampir habis masa kepemimpinannya pembangunan di Desa Karangsia hampir tidak ada, Kemana dana yang dikucurkan setiap tahun untuk pembangunan di desa selama ini. Hal ini dikatakan warga Karangsia kepada Wartawan belum lama ini.
Lebih lanjut Warga tadi mengatakan bahwa masyarakat Karangsia, meminta pihak Inspektorat benar-benar mengecek ke lapangan masalah pembangunan yang di kerjakan Kepala Desa Aziz selama menjabat Kepala Desa, Jangan hanya sebatas menerima laporan saja. Biar tahu kondisi yang sebenarnya. Dilapangan, jangan sampai pihak inspektorat terkesan bekerja di atas meja, tidak turun ke lapangan
Masih menurut Warga tadi yang jadi permasalahan, herannya kata dia, meski bermasalah warga mempertanyakan bagaimana dana desa bisa dicairkan. Karena syarat pencarian dana setidaknya harus ada laporan pertanggung jawaban dari kegiatan pembangunan yang telah dilaksanakan.
Parahnya lagi, kata sumber koran ini, sebentar lagi akan digelar pemilihan Kepala Desa. Dan yang bersangkutan berniat mencalonkan diri kembali. “Nak nyalon lagi.”katanya.
Selain tidak becusnya menjadi pemimpin di desa setempat. Praktek nepotisme di desa tersebut sangat parah. Perangkat Desa semuanya keluarganya. “Di desa tersebut yang memimpin orang dia semua,” ujarnya.
Melalui informasi ini, sebagai perwakilan warga Desa Karangsia, pihaknya sangat berharap kepada instansi terkait, bisa menindak tegas oknum kades tersebut, guna memberikan efek jerah. “Kalau tidak percaya silahkan datang ke desa kami. Lihat mana saja bangunan kades itu, kami berani bertanggung jawab atas informasi ini.”tegasnya.
Camat Sungai Menang, Bahrul Amik, SSos, tak mengelak mengenai tak beresnya kepempimpinan sang kades tersebut.
Menurut Bahrul Amik, sang kades juga memiliki hubungan tak harmonis dengan Sekcam. “Ia juga tak sepaham dengan Sekcam,” akunya belum lama ini.
Mengenai praktek nepotisme, Bahrul juga tak menyangkal. “Bahkan petugas yang memandikan jenazah pun keluarganya,” ungkap Bahrul.
Tak mau ikut bermasalah dengan persoalan ini, Bahrul mengaku, tak mau menandatangani berkas pencairan dana desa tahap 2, tahun ini.”Saya tidak mau menandatangani berkas pencairan anggarannya,” tegasnya.
Lanjut Bahrul, tidak hanya Desa Karangsia yang tidak ditandatangani oleh camat, namun juga Desa Talang Makmur demikian.”Dua desa tak saya teken.”tandasnya. >>lpan

Related posts