Halut, (MR)
Program Tol Laut yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi dan salah satu tujuannya untuk menekan harga sembako rupanya dirasa kurang efektif untuk wilayah Tobelo pada khususnya dan Halut pada umumnya yang menjadi salah satu pelabuhan tujuan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perindagkop Halut, Abdu Husain, saat berbincang dengan wartawan media ini di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu, (24/8).
Menurut Abdu, sejak diresmikan dan memasuki pelabuhan Tobelo pada bulan Maret 2016 lalu, baru dua kali kapal tersebut masuk ke wilayah ini dan sama sekali tidak terasa manfaatnya bagi masyarakat seperti yang diwacanakan. Lebih lanjut Abdu memaparkan bahwa kurangnya manfaat kehadiran tol laut tersebut karena pelabuhan yang menjadi titik berangkatnya yaitu Makassar, bukan kiblat atau tempat para pengusaha di wilayah Halut mengambil dan memasarkan dagangannya. “Sejak dulu, para pengusaha di Halut mengambil barang dagangannya dan sebaliknya juga memasarkan hasil bumi dari Halut di Surabaya dan bukan di Makassar sehingga terasa jalur tol laut tersebut kurang efektif untuk menekan harga sembako seperti yang diharapkan pemerintah.
Jika pemerintah mau mnekan harga sembako di Halut, maka titik berangkat tol laut tersebut harus dari Surabaya, karena dengan demikian para pengusaha juga bisa mempergunakan kapal tersebut mengangkut barang dagangan mereka dengan harga yang tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan sekarang dimana barang dagangan mereka diangkut dengan container dan dilayani oleh perusahaan pelayaran yang dikelola swasta dengan harga yang cukup tinggi”, papar Abdu.
Menurut lelaki ini, pihak pemda Halut sebulan lalu telah mengirim surat ke pemerintah pusat dan Kementrian terkait untuk merubah jalur tol laut tersebut sehingga bisa bermanfaat sesuai dengan tujuan dibukanya tol laut tersebut. Namun sampai saat ini belum ada jawaban dari pusat terkait permintaan tersebut. >>Karl
