Tetap Gigih, Meski Pasilitas Tak Memadai.

 

Natuna(MR)-Duduk bersandar, Komandan Sub Detasemen Polisi Militer (Sub Denpom) I/3-6 Natuna Kapten SHM Sinaga , terlihat ramah, kala beberapa kuli tinta menyambanginya.

Kantor ,terletak di jalan Datok kaya WAN Mohambenteng, Batu kapal itu, terlihat plong. Didepan Pos terlihat anggota, sedang berjaga.

Didalam ruang, hanya terdapat Kursi tua, dan meja kerja sudah usang,tersusun rapi.Tidak ada komputer dan Tv. Lantai tidak dikeramik. Silahkan duduk, ucap SHM.Sinaga kepada awak media.

Sementara diberanda kantor depan, terparkir mobil patroli tua, sebagai andalan untuk melakukan patroli rutin.Mobil tua itu satu satunya kenderaan Sub Danpom .

Dalam pertemuan itu Kapten Sinaga secara lugas menceritakan tentang tugas CPM di Kabupaten Natuna. Wilayah Kami ada 2 Kabupaten Natuna dan Anambas.

Dengan mengandalkan 13 personil CPM, ditambah lagi sarana dan prasarana serba minim, kami kewalahan dalam melaksanakan patroli .

Wilayah Natuna dan Anambas, dikelilingi lautan luas, dengan Trasportasi sangat terbatas. Meski demikian Kami tetap semangat dalam menjalankan tugas.

Ia tidak menyangkal jika mobil dinasnya, tak mampu melakukan patroli secara rutin. Karena kondisi kenderaan sangat tua. Jadi ia berharap semua elemen masyarakat harus memahami, anggota Corps Polisi Militer (CPM) tak maksimal melakukan pengawasan dilapangan.

Inilah alasannya kenapa CPM kurang maksimal melaksanakan tugas patroli. Padahal kabupaten kepulauan perbatasan di tengah negara Asean ini, perlu perhatian ekstra korps baju hijau itu. Mengingat Natuna basis pertahanan.

“Biar pun mobil dinas tak sanggup berpatroli, kami tetap melaksanakan kewajiban,” kata Sinaga pada sejumlah awak media Kamis 19 Juli 2018. “Kadang kami patroli dengan kenderaan roda dua milik pribadi.”mobil Patroli ini pernah sanggup, saat menanjak mau keselat lampa.untung saja tidak terjadi insiden.

Padahal dalam undang-undang kemiliteran, tugas CPM sangat di perlukan di tengah-tengah kawasan ramai pasukan.

Ya, Natuna sebagai kawasan pertahanan. Sejumlah satuan TNI membangun markasnya di sejumlah tempat. “Tugas kami, penegak disiplin di lingkungan dan bagi kepentingan TNI AD,” kata Sinaga. “Serta menegakkan Kedaulatan Negara dan keutuhan wilayah darat Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

Secara spesifik, menurut perwira terlihat ramah itu, tugas CPM, melakukan Pemeliharaan dan Penegakan Hukum, Tata tertib, Pengendalian Lalu Lintas Militer dan pengurusan Surat Izin Mengemudi TNI Angkatan Darat serta Pengawalan Protokoler Kenegaraan. Sedangkan hukum, melakukan pembinaan Penyidikan Pidana bagi anggota TNI AD yang berperkara. “Tugas kami cukup komplit,” terangnya.

Kami sudah berusaha minta bantuan pinjaman atau hibah mobil dari Pemerintah Kabupaten Natuna. Saya rutin berkoordinasi dengan Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal agar dapat meminjamkan salah satu mobil dinas Pemkab Natuna, menjadi mobil patroli CPM.

Namun, mobil di beri pinjam sangat rentan rusak. Usia cukup tua juga. “Kemarin kami di beri pinjam mobil jenis Terano. Kondisi mesin hingga bodi mobil perlu dana besar diperbaiki,” katanya. “Mobilnya boros,Jadi kami kembalikan lagi. Kami berharap Pemerintah maupun DPRD, bisa meminjamkan ,dua unit Komputer dan satu unit mobil. Bekas juga tak apa, asalkan tidak boros minyak dan masih sehat .
Di penghujung , pembicaraan, Sinaga berpesan bagi anggota TNI AD bertugas di kabupaten ini, agar senantiasa menjaga disiplin. Hindari berpergian ke tempat hiburan malam, mabuk-mabukan dan memakai narkoba. Sebab perbuatan itu, berpeluang besar bagi anggota TNI AD terjerat pidana.

Kepada masyarakat, seandai mengalami sengketa pada oknum-oknum TNI AD, jangan sungkan-sungkan membuat laporan ke Markas Subden Pom I/3-6 Natuna. Sehingga bisa ditindaklanjuti, sesuai hukum kemeliteran. “Himbauan ini, berlaku pada masyarakat Natuna dan Anambas”./Roy.

Related posts