Tersangka OTT Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

Malut, (MR) – Tim Satuan Tugas Sapuh Bersih (Saber) Pungli Maluku Utara melalui penindakan Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku  Utara Senin (13/11) kemarin secara resmi menetapkan tiga tersangka yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Hotel Menara Archie Muhajirin Ternate Tengah, Kamis (9/11) sore Waktu lalu. Ketiga orang yang diciduk, dua dinataranya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di atau Mantan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate dan Staf KSOP  sedangkan satu lainya adalah merupakan kontraktor.

Ketiga pelaku itu, masing-masing inisial AR (32) dan HM (57) dari KSOP Ternate, dan BS (47), kontraktor. Ketua Tim Saber Pungli dan OTT  Maluku Utara Kombes Pol, Sam Y.K, di dampingi Anggota Satgas Pungli dan OTT Kombes Pol Masrur dan Kabid Humas Polda Malut AKBP Hendry Badar dalam konfrensi Pers Senin (13/11) kemarin mengatakan, Kegiatan OTT ini bukan merupakan target, tetapi murni hasil penyelidikan.

“Informasi awal, ada keganjilan di lapangan, untuk itu menjadi dasar lidik akhirnya membuahkan hasil OTT,kejadian pada tanggal (09/11/2017) sekitar pukul 16.00 WIT, dimana di temukan transaksi yang dilakukan oleh tersangka HM (57), AR (37), yang merupakan pegawai KSOP Ternate, dan BS(47) merupakan kontraktor,”Katanya.

Untuk sementara Kasus ini, masih dugaan suap/ gratifikasi proyek kapal KM Perintis Doking, sedangkan tempat kejadianya di Hotel menara lantai III dalam kamar nomor 8, barang bukti (BB) dalam kegiatan OTT itu uang tunai sebanyak Rp 190.420.000-00. Uang tersebut dibagi dalam dua amplop warna coklat, satu amplop beriisi Rp  155.420.000, dan satu amplop lainya berisi Rp 35.000.000-00. Selain itu juga, menyita berkas dokumen dan 5 buah Hp, selanjutnya dari hasil OTT telah diadakan pemeriksaan sementara karena belum ada pengembangan sehingga pasal yang di terapkan untuk  HM (57), AR (37) yang juga pegawai KSOP adalah pasal 5 ayat 2, pasal 11 dan 12 huruf B UU nomor 31 tahun 1999 diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal 55 ayat 1 E KUHP dengan ancaman hukuman minimal 1 tahun dan maksimal 5 tahun.

Sedangkan pasal 12 B dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun. Sementara Untuk Tersangka (BS), atau Kontraktor dikenakan pasal 5 ayat 1 Huruf A dan B UU nomor 31 tahun 1999 di ubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal 5 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman min 1 tahun dan maks  5 tahun. >>Mad

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.