Terpanggil Untuk Tugas Mulia

Natuna, (MR)
Tabah dan Tawakal, itulah sosok calon pemimpin Kabupaten Natuna kedepan. Meski harus bergelut dengan gelombang laut, pasangan ini tetap murah senyum saat bertemu dengan masyarakat. Calon Bupati dan Wakil Bupati Natuna, Imalko Ismail bersama Mustamin Bakri, selama sepekan, melaksanakan kampanye terbatas di Kecamatan Serasan, Serasan Timur, Subi dan Midai, November 2015. Kampanye di empat Kecamatan itu, sangat menguras tenaga, karena antara satu Kecamatan dengan Kecamatan lain, terpisah oleh Laut China Selatan, dan juga terpisah dari Kota Ranai, Ibukota Kabupaten Natuna.

Oleh karena jarak itulah, masyarakat empat Kecamatan, mengusulkan kepada pemerintah pusat, agar kepulauan mereka menjadi sebuah Kabupaten baru, di sebut Kabupaten Natuna Selatan. “Kita tidak hanya ingin memekarkan Natuna Selatan dan Natuna Barat menjadi dua Kabupaten,” kata Calon Wakil Bupati Natuna Mustamin Bakri. “Saya dengan Pak Imalko punya mimpi, ingin Natuna menjadi sebuah provinsi baru, yaitu Provinsi Pulau Tujuh,” kata ini selalu diucapkan Mustamin, ketika kampanye terbatas dilaksanakan se Kabupaten Natuna. Sementara, wilayah Kabupaten Natuna Barat, terdiri dari: Kecamatan Bunguran Barat, Bunguran Utara dan Pulau Laut.

Pasangan berselogan Berilmu itu (Bersama Imalko-Mustamin) punya visi Menunju Masyarakat Cemerlang (Cerdas, Merakyat dan Terbilang). Kampanye di empat Kecamatan berbeda ini, di dampingi langsung oleh Ketua DPRD Natuna Yusripandi dan anggotanya, Baharuddin berasal dari Partai Demokrat. Dalam kampanye, mereka selalu mendengar keluh kesah masyarakat tentang persoalan operasional listrik.

Karena di Kecamatan Serasan dan Serasan Timur, listrik di subsidi pemerintah daerah, hanya beroperasi enam jam, dari pukul enam sore hingga dua belas malam. Senasib dengan  Kecamatan Midai.

Paling parah di Kecamatan Subi, sebulan terakhir, listrik subsidi tidak pernah beroperasi lagi. Padahal, Imalko selalu menyampaikan, bahwa subsidi listrik harus dianggarkan secara khusus, agar tidak dipergunakan untuk kegiatan lain. Anggaran khusus juga harus dipersiapkan sebesar 10 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk pembangunan ekonomi kerakyatan, seperti : 5 persen untuk kelautan dan perikanan, 2 persen untuk pariwisata, dan 3 persen untuk pertanian, perkebunan dan peternakan. Konsep inilah yang akan ditawarkan pasangan calon no 3 ini, seandainya mereka dipercaya oleh masyarakat Natuna untuk memimpin Daerah ini. Kedepan pembangunan infrastruktur skala besar bakal kita jolok dari Pusat. “Imalko, berkomitmen pembangunan infrastruktur dasar berskala besar, seperti  jalan, pelabuhan dan sebagainya, akan dilakukan lobi khusus, agar bisa menggunakan anggaran pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. “Saya dengan Pak Mus akan terus melobi ke provinsi dan pusat, sementara untuk pembangunan infrastruktur skala kecil, baru menggunakan anggaran daerah.”

Ada hal unik dilihat dari pasangan ini. Selama kampanye, Imalko, yang notabenenya masih menjabat Wakil Bupati Natuna, sebenarnya bisa memakai kapal cepat milik Pemda Natuna dengan dalih kunjungan kerja. Tetapi Ia lebih memilih memakai kapal transportasi laut, dengan cara menyewa milik masyarakat tempatan. Bahkan Ketua Partai Demokrat Natuna itu, bisa juga menggunakan anggaran perjalanan Dinas miliknya. Namun itu tidak pernah dilakukan, karena Dia tahu bahwa itu berlawanan dengan hati Nurani, dan merupakan pelanggaran.

Calon Bupati Natuna bersama wakilnya, tetap menggunakan dana pribadi dalam setiap kampanyenya. Hal serupa Ia terapkan, ketika kampanye di Kota Kabupaten. Kendaraan pribadi plat hitam yang selalu ia pergunakan. Contoh baik itu dilakukan empat kader partainya, yang duduk menjadi wakil rakyat, salah satunya Ketua DPRD Natuna Yusripandi. Setiap mereka mendampingi Calon Bupati Imalko dan wakilnya, Mustamin berkampanye, empat Dewan Natuna itu menggunakan kendaraan pribadi, bukan kendaraan Dinas Dewan. Hal itulah, yang membuat masyarakat Natuna, berkeinginan pasangan ini, harus duduk jadi Bupati. Terbukti pada Rabu lalu, dalam kampanye akbar yang dilakukan pasangan ini,  dua ribuan simpatisan rela datang, untuk menyaksikan perhelatan akbar yang dilaksanakan pasangan ini. Dalam orasinya, Imalko meminta masyarakat Natuna, khususnya masyarakat yang hadir, agar jangan terlena dengan praktek politik uang. Saya tidak ingin masyarakat Natuna dibodohi oleh politik uang. Jadilah bapak ibu pemilih yang cerdas. Nasib Natuna ini ada ditangan Saudara, ucap Imalko Lantang. Sebagai Putra Daerah, Saya akan malu seandainya amanah yang bapak Ibu berikan kepada Kami, tidak mampu kami jalankan dengan baik. Untuk itu mari bersama sama pada tanggal 9 Desember Nanti, jangan lupa pilih no 3.

Lain hal nya dengan Mustamin. Calon wakil Bupati Natuna itu, mengajak masyarakat Natuna, pada pilkada 9 Desember Nanti, agar menggunakan hak pilihnya, kandidat ada 5 pasang. Kami harap jangan semuanya ditusuk, nanti hangus suara Bapak. Oleh karena itu Kami  mengajak Saudara sekalian bagaimana cara memilih yang cerdas: 1. (ambil surat suara); 2. (buka surat suara); 3. (tusuk no 3); 4. (lipat surat suara); 5. (masukkan kekotak surat suara). Dengan demikian, maka pasangan berilmu, bakal terwujud jadi Bupati Natuna, Amin ucap hadirin, dibarengi tepuk tangan usai berorasi, seluruh hadirin diminta iktiqosah,dan  sholat dzuhur bersama. >>Roy

Related posts