Terkait Perubahan Fungsi , Mendikbud Siapkan Agenda Utama

Jakarta (MR)

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh telah menyiapkan dua agenda utama kementerian baru terkait keorganisasian dan substansi sebagai konsekuensi yang segera diselesaikan terkait peru-bahan fungsi dari kemdiknas menjadi kemdikbud.

“Untuk urusan keorgani-sasian akan ada dua direktorat jenderal yang selama ini me-nangani terkait dengan kebu-dayaan sebagai bagian dari kementerian kebudayaan dan pariwisata akan masuk di kemdikbud menjadi direktorat jenderal kebudayaan. Dua ditjen kami gabungkan jadi satu ditjen,” kata Mohammad Nuh didampingi Wamendikbud bidang pendidikan, Musliar Kasim dan Wamendikbud bidang kebudayaan, Wiendu Nuryanti, di Jakarta, Rabu .

Mendikbud menambahkan, dengan adanya satu direktorat jenderal baru maka akan diselesaikan juga terkait dengan kepegawaian, tugas pokok dan fungsi, dan ukuran kinerjanya.

“Harus disusun APBN 2012 sudah memasukkan organisasi yang baru itu. Insya Allah bisa diselesaikan dalam dua bulan. DPR secara umum sudah mem-beri persetujuan perubahan nama dari Kemdiknas menjadi Kemdikbud,” katanya.

Sementera terkait agenda substansi, Mendikbud menje-laskan, selama ini ada panda-ngan bahwa budaya tidak bisa dipisahkan dari pertimbangan ekonomi. Pandangan lain me-nyatakan kebudayaan jangan dijadikan faktor ekonomi, tetapi sumber nilai yang melekat di dalam manusia.

“Kebudayaan sebagai tun-tunan terkait dengan nilai , tetapi kebudayaan sebagai ton-totan bagian dari sumber eko-nomi dan itu tidak boleh dipisah-kan,” katanya.

Menurut Mendikbud, buda-ya sebagai tuntunan menjadi bagian pendidikan, tetapi seba-gai tontonan bagian dari pariwi-sata yang merupakan sumber ekonomi. Tujuan utamanya nilai budaya melekat pada proses pendidikan. “Itu pulalah kenapa kita canangkan pendidikan karakter yaitu membangun budaya sekolah.”

Ia lebih lanjut mengatakan masuknya budaya dalam pro-ses pendidikan untuk menum-buhkan kecintaan peserta didik terhadap nilai budaya sendiri.

“Agenda substantif beri-kutnya adalah menggali wari-san-warisan yang belum tergali dan belum ditemukan. Kalau ini bisa kita sinkronkan proses pendidikan dan pembudayaan melalui produk-produk budaya dan kita eksplor apa yang sudah diwariskan maka akan menjadi kekayaan yang luar biasa,” katanya. >>Mohammad

 

Related posts