Membanjirnya komoditas kentang impor dari China dan Bangladesh di sejumlah wilayah di Tanah Air memicu perbedaan pendapat antara Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Pertanian Suswono, dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang dipimpin Mari Pangestu.
Hatta Rajasa mengemukakan kebijakan impor kentang tidak pernah dibahas dalam rapat koordinasi pangan. Itu berarti kebijakan impor tersebut merupakan keputusan sepihak dari Mendag. “Semua (dibicarakan) dalam rakor pangan. Kentang tidak masuk pangan pokok yang disebutkan, tapi bukan berarti itu tidak bisa kita bicarakan,” kata Hatta.
Karena merasa tidak ada pembahasan impor kentang dalam rakor pangan, Hatta menyatakan akan menggelar rakor khusus soal itu. “Saya minta segera dilakukan pendataan dan dibahas di rakor.”
Ia mewanti-wanti jangan sampai kentang produksi petani lokal tidak terserap di masyarakat. Menurutnya, segala kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tidak boleh membuat petani sengsara.
Suswono juga menyayangkan keputusan impor kentang. Ia mengaku tidak pernah diajak bicara terkait dengan keputusan impor tersebut. “Padahal, soal kebutuhan kentang kan ada di kita datanya,” kata Suswono, beberapa waktu lalu.
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Gunaryo mengatakan selama ini tidak ada aturan mengenai importasi kentang. Kemendag menerapkan ketentuan yang sifatnya umum tentang impor. “Siapa pun yang telah mengantongi izin importir umum dari Kemendag dapat mengimpor kentang. Tapi sekalipun tidak diatur, bukan berarti bebas sama sekali,” ujar Gunaryo, kemarin.
Ia juga mengungkapkan Kemendag telah berkoordinasi dengan Kemenko Perekonomian terkait dengan isu pangan dan hortikultura, termasuk isu kentang.
Ratusan petani kentang asal Dieng, Jawa Tengah, berunjuk rasa di depan Istana Negara dan Gedung DPR, Selasa (11/11). Mereka memprotes masuknya kentang impor asal China dan Bangladesh. Kentang impor tersebut dijual Rp2.500-Rp3.000 per kilogram, atau di bawah kentang lokal yang harganya Rp5.000 per kilogram.
Berdasarkan data dari BPS, pada 1990, Indonesia mengekspor kentang ke Malaysia, Singapura, dan Taiwan hingga mencapai 69.353 ton. Pada 2007, ekspor kentang turun menjadi 43.477 ton. Penurunan ekspor itu diikuti lonjakan impor. >> Ediatmo/Nokipa

