Murung Raya, (MR) – Pembangunan jembatan adalah sebagai salah satu infrastruktur kerakyatan yang akan mempermudah serta memperlancar mobilitas dan memangkas waktu tempuh antar Desa, antar Desa ke Kecamatan maupun antar Desa ke Kabupaten/Kota yang sebelumnya dipisahkan oleh kondisi letak geografis Indonesia, seperti lereng, bukit, jurang, ataupun sungai dan anak sungai.
“Hadirnya infrastruktur jembatan ini tentunya akan sangat mempermudah akses warga masyarakat di wilayah perdesaan melakukan aktivitasnya seperti berladang, berdagang ataupun melakukan sejumlah aktivitas lainnya. Karena infrastruktur jembatan dan jalan merupakan kebutuhan vital di sejumlah wilayah perdesaan salah satunya adalah Desa Narui Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya (Mura) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng),” kata Sekretaris Desa (Sekdes) Narui Triono saat ditemui oleh Media Rakyat dan beberapa awak media lainnya di kediamannya, Sabtu (25/04/2020).
Dan apabila pembangunan jembatan sungai narui yang merupakan salah satu anak sungai laung ini dapat terealisasi atau dapat terwujud, tentunya akan mampu membuka akses di beberapa Desa di Wilayah Kecamatan Laung Tuhup yang masih terisolasi atau terisolir menuju ke desa-desa di Wilayah Kecamatan Tanah Siang, Kecamatan Uut Murung, Kecamatan Seribu Riam dan ke Kecamanatan Murung. Dengan demikian, mobilitas warga masyarakat desa lancar sudah barang tentu ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa akan berangsur-angsur meningkat, tambah Triono.
Menurut Sekdes, pernah ada peninjauan tentang rencana pembangunan jembatan tersebut oleh Pemprov Kalteng bersama dengan Konsultan Perencana pada tahun 2019 bahkan telah dilakukan pemasangan patok. Namun hingga sampai memasuki akhir bulan ini, masih belum ada kejelasannya apakah pembangunan jembatan tersebut jadi atau tidak.
“Kami berharap kepada Pemprov Kalteng maupun Pemkab melalui Dinas terkait kiranya rencana pembangunan jembatan ini dapat terwujud paling tidak di Tahun Anggaran yang datang, karena sudah hampir 18 tahun berjalan semenjak pemekaran Kabupaten kami sangat menanti-nanti pembangunan jembatan tersebut,” tutup Sekdes di amini oleh aparatur desanya.(Firman/Tri)
