Lampung Barat,(MR)
AKSESIBILITAS Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Liwa tidak revresentatif. Alasan-nya pintu gerbang masuk RSUD kurang dari 1 KM dari jalan propinsi itu tidak dipasang Gapura Plang Nama sebagai penunjuk akses arah jalur ma-suk RSUD Imbasnya hak warga untuk mendapatkan pelayanan terabaikan.
Seperti disampaikan Rama-dan (55) warga Lumbok Semi-nung mengatakan Gapura Plang Nama yang ada saat ini tidak tepat harusnya dibangun tepat dipertigaan jalan Propinsi. Ia menyayangkan pihak manaje-men RSUD terkesan mengabai-kan hal-hal teknis aksesbilitas dan publikasi,” Calon pasien dari dalam dan luar daerah tidak mengetahui letak lokasi RSUD, tidak sedikit di antara mereka yang datang ke RSUD berkali-kali bertanya sebelum tiba dipersimpangan,” Jelasnya saat dibincangi beberapa waktu lalu.
Menurut Ramadan kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama bahkan semenjak RSUD diresmikan hingga kemu-dian difungsikan luput dari perhatian pihak manajemen RSUD padahal tidak sedikit manfaatnya sebagai media komunikasi dengan warga luar daerah,” tandasnya.
Penuturan senada disam-paikan Puji (34), warga Ranau luar daerah menurutnya penun-juk Gapura Plang Nama akses jalan masuk RSUD memang luput dari perhatian, belum lagi hal lain akses kendaraan seperti halnya Angkot yang tidak senantiasa tersedia. Sehingga bagi mereka yang tidak ada ken-daraan dengan sangat terpaksa keluar masuk harus dengan jalan kaki,” Terangnya saat Ia mengantar kerabatnya berobat.
Pihaknya mengusulkan manajemen RSUD dan Pemerin-tah Daerah supaya lebih mem-perhatikan aksesibilitas masya-rakat untuk berobat. Jika tetap dibiarkan persimpangan jalur masuk yang terjadi selama ini, Selain tidak revresentatif pihak manajemen RSUD juga dinilai kurang peduli,” kata dia.
Saat hendak dimintai ketera-ngan ihwal aksesibilitas RSUD Liwa, pihak manajemen RSUD tidak menjawab telepon MR. Begitu juga saat dikirim pesan singkat, tidak membalas. >>AY
