Tanam Perdana Padi Cetak Sawah Baru Di Kabupaten Tasikmalaya

berasTasikmalaya, (MR)
Upaya Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam mendukung pencapaian swasembada beras dengan mencetak sawah baru mendapatkan apresiasi khusus dari Pemerintah Pusat.Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian Republik Indonesia selaku Ketua Upaya Khusus (Upsus) Pertanian Provinsi Jawa Barat Ir. Banun Hartini, M.Sc., menghadiri acaraTanam Perdana Padi di lokasi Cetak Sawah Baru di Kabupaten Tasikmalaya bertempat di Desa Padawaras Kecamatan Padawaras, Kamis (1/9/16). Acara tersebut dihadiri oleh Koordinator Satgas Sergap (Serapan Gabah Petani) Mabes TNI-AD Brigjen TNI  Dudung Abdulrahman, Direktur Irigasi Pertanian Dirjen PSP Kementrian Pertanian RI  Ir. Tunggul Imam Panuju M.Sc, Danrem 02 Tarumanegara Kolonel Inf Joko Susilo, Asisten Pemerintahan Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jawa Barat Denny Juanda, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya, Dr.Mohammad Zen, M.Pd., Dandim 0612 Tasikmalaya Letkol Inf Kurniawan M.MGT, M.MDS.,para tokoh agama dan tokoh masyarakat, para pengurus dan anggota kelompok tani, para pendamping petani dari TNI – AD serta para penyuluh pertanian.

Dalam sambutannya Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian Republik Indonesia selaku Ketua Upaya Khusus (Upsus) Pertanian Provinsi Jawa Barat Ir. Banun Hartini, M.Sc membacakan sambutan Menteri Pertanian RI mengatakan, kegiatan cetak sawah sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam peningkatan produksi dan mempertahankan swasembada beras di Indonesia.

Provinsi Jawa Barat menurut Banunmerupakan salah satu lumbung padi nasionalsehingga Pemerintah melalui Kementerian memberikan perhatian dan dukungan yang besar melalui program Upaya Khusus Padi Jagung Kedelai (UPSUS Pajaledi) Jawa Barat. “Program ini dilakukan melalui penyempurnaan berbagai kebijakan, peningkatan produktivitashasil baik kegiatan on farmmaupun pasca panen, perbaikan infrastruktur, dan tata niaga komuditas padi,jagung dan kedelai” ujar Banun.

Banun menjelaskan, Meski pun dihadapkan beberapa kendala anatar lain adanya fungsi lahan yang cukup besar, perubahan iklim akibat el nino, kerusakan jaringan irigasi primer yang merupakan salah satu kendala terberat dalam upaya kita mencapai swasembada padi, Pemerintah bersama para petani dan jajaran TNI tidak patah semangat dan terus berupaya dengan segala langkah yang positif. “Kegiatan cetak sawah ini merupakan kompensasi atas adanya alih fungsi lahan untuk keperluan pemukiman dan industri yang tidak mungkin untuk dipertahankan secara alami, akibat pertambahan penduduk, pemerintah menargetkan cetak sawah secara nasional seluas 1 juta hektar sampai dengan tahun 2019” tarang Banun.

Ada berbagai langkah yang telah dilakukan Kementerian Pertanian antara lain dengan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produktifitas padi  antara lain dengan meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT).

Target LTT Jawa Barat untuk tahun 2016 adalah sebesar 2,04 Juta hektar sesuai dengan perencanaan bahwa target LTT Jawa Barat untuk periode Bulan April hinggaBulan September Tahun 2016 adalah sebesar 1,04 juta Hektar dan realisasi LTT Jawa Barat sampai dengan Bulan Agustus 2016 tercapai 850.724 hekter atau sekitar 81.73 %. >>Iin K

Related posts