Tak Terima Istrinya Ditanyai Wartawan, Seorang Suami Naik Pitam

Subang, (MR)
Yayat warga kecamatan Ciasem Kab. Subang pada Jum’at (17/2) nampak mengamuk dan memaki seorang wartawan media cetak di depan kios Foto Copy miliknya. Ia mengamuk lantaran istrinya yang bertugas sebagai Kepala Sekolah salah satu SMP Negeri di Kec. Blanakan dikonfirmasi wartawan terkait adanya dugaan praktik jual beli buku LKS/Modul, dan buku/sampul raport siswa disatuan pendidikan yang dipimpinnya.

Kejadian tersebut bermula ketika seorang wartawan berinisial AA mendatangi Yayat di kiosnya yang terletak disekitar pasar Sukamandi Kec. Ciasem untuk konfirmasi terkait kapasitasnya dalam management sekolah yang dipimpin istrinya, mengingat kepala sekolah yang bersangkutan mengarahkan agar AA menemui Yayat.

“Awalnya saya telp kepsek terkait informasi adanya dugaan praktik jual beli buku ajar dan buku raport siswa, lantas oleh kepsek tersebut saya diarahkan untuk menemui Yayat yang tidak lain adalah suaminya dengan alasan amanat dari sang suami. Untuk itu saya datangi Yayat untuk konfirmasi terkait kapasitasnya dalam management sekolah, tetapi ia malah marah-marah dan memaki saya dengan kata-kata yang tidak pantas diutarakan oleh seorang tokoh masyarakat” kata AA kepada MR. Kejadian ini sangat disayangkan oleh sejumlah kalangan, pasalnya, dalam mengahadapi permasalahan sebaiknya Yayat bersikap dingin, pahami dulu letak permasalahannya, dan jika memang tidak ada kaitannya dengan sekolah tentunya tidak usah dia intervensi dengan menghalau wartawan untuk menemuinya, terang saja hal ini menjadi tanda tanya tersendiri, sebagai apa Yayat dalam management sekolah tersebut? Jangan rusak muka cermin dibelah, jika memang management kebijakan istrinya dalam sekolah tersebut sudah sesuai aturan pemerintah kenapa harus risih? >>As

Related posts