JEMBATAN Semen panjang (SP) kembali memakan korban jiwa. Mulyadi Bin Ujang (19) menjadi korban pertama melalui sebuah Kecelakaan lalulintas (Lakalantas) tunggal yang terjadi pada minggu (08/04. Mulyadi tewas mengenas-kan pasca menabrak salah satu tiang pembatas jembatan dan isi kepalanya keluar.
Mulyadi yang merupakan seorang pelajar SMA Negeri 1 Siantan tinggal di Teluk Buluh Antang. Selain sebagai pelajar, Mulyadi juga berprofesi seba-gai tukang ojek untuk mem-bantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Pada hari naas itu Mulyadi baru pulang dari Tarempa. Kelihatannya dia baru saja pulang dari membeli nasi bungkus, terlihat di motor yang digunakannya menggan-tung kantong kresek berisi nasi bungkus. Mulyadi menggu-nakan motor Jupiter MX tanpa plat nomor berwarna merah hitam. Tiba di jembatan SP dirinya melaju dengan kencang, diduga karena kondisi mau hujan dia mengejar waktu agar tidak kebasahan. “Dia mau pulang dari Tarempa menuju rumah. Karena mau hujan dia melaju dengan kecepatan ditas 80 Km/ Jam. Mungkin karena mau mengejar supaya tidak kehujanan,” jelas Kapolsek Siantan, AKP. Wan Sanusi saat dikonfirmasi di kantornya.
Tepat di tengah jalan SP, kendaraan yang digunakan mulai oleng. Kemungkinan karena kondisi SP yang tekstur jalannya kurang mulus, mengakibatkan motor yang dibawa tidak seimbang. Karena ngebut dan kurang control akibatnya kendaraan tidak bisa dikendalikan dan akhirnya motor menghantam pagar pem-batas jalan. “Kecepatannya tinggi. Waktu ditengah jalan SP itu kendaraan tidak bisa dikendalikan lagi sehingga dia nabrak pagar pembatas jalan,” papar Wan Sanusi.
Ketika motor menghantam pagar pembatas jalan, kepala korban yang pada saat itu tidak menggunakan helm juga menghantam pagar tersebut. Akibatnya kepala bagian kiri korban pecah dan isi kepalanya berceceran. “Dipagar itu juga ada ceceran otaknya. Jadi kita prediksi sudah waktu meng-hantam pagar, isi kepalanya sudah keluar. Setelah itu korban terseret sejauh 20 meter dana tergeletak, sementara motor yang digunakan korban terseret dan ditemukan sejauh 10 meter dari jasad korban ditemukan,” ujar Wan Sanusi menjelaskan kronologis kejadian Lakalantas tersebut.
Anehnya walaupun korban berakhir dengan kondisi mengenaskan, kendaraan tanpa plat no dengan No rangka HH32S60016K0951538 dan No mesin 226051672 itu tidak mengalami kerusakan berarti. Hanya lecet yang didominasi sisi kiri kendaraan yang tampak menghiasi motor tersebut. “Motor sendiri tidak ada kerusakan berarti. Sama sekali tidak ada kerusakan yang cukup serius,” pungkas Wan Sanusi.
Sampai sekarang kasus ini masih dalam penanganan pihak Polsek Siantan. Hasil sementara yang didapat tidak ada indikasi bahwa korban berada dalam pengaruh minuman keras atau sedang dalam kondisi tidak stabil. “Pihak Puskesmas yang juga melakukan pemeriksaan menyatakan indikasi mabuk atau dalam kondisi tidak stabil nihil ditemukan dari korban,” jelas Wan Sanusi.
Agar kejadian serupa tidak terjadi lagi Kapolsek Siantan AKP Wan Sanusi hanya bisa menghimbau agar warga bisa berkendara dengan lebih hati-hati dan menggunakan perleng-kapan pengaman seperti Helm agar meminimalisir resiko kece-lakaan. Selain itu Wan Sanusi juga akan segera menyurati Dinas Perhubungan KKA untuk segera memberikan rambu-rambu lalu lintas yang dibutuh-kan di jalan SP tersebut. “Kita juga Surati Dishub untuk menyediakan rambu-rambu di SP itu. Bahaya soalnya kalau tidak ada rambu-rambu. Sampai sejauh ini memang tidak dite-mukan rambu yang mengatur berapa kecepatan maksimal kendaraan yang diperboleh-kan,” pungkas Wan Sanusi. >> Eichiro/ edo

