Surga Tersembunyi Di Perbatasan Utara NKRI.

 

Natuna(MR)- Pjs. Kepala SKK Migas Perwakilan Sumbagut Haryanto Syafri, berbicara lantang dihadapan sejumlah wartawan saat dinobatkan menjadi narasumber giat webinar, dan lomba karya tulis terkait peran SKK Migas mendukung Geopark Natuna, Kamis/06/08/2020.

Pada hal,cuaca di Natuna sedang tidak bersahabat.Namun 60 wartawan lokal dengan setia mengikuti kegiatan dilaksanakan SKK Migas. Ini bisa terjadi, karena adanya kerjasama yang baik antara SKK Migas, KKKS, Pemkab Natuna dan Jurnalis.

Bertemakan “Geopark Natuna, Berlian di Perbatasan Utara Indonesia”,giat tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan pekonomian masyarakat,ditengah mewabah Covid-19 melanda dunia.

Lelaki kelahiran 1972 lalu ini, bercerita pengalamannya, ketika bekerja di industri migas,dimanca negara. Lulusan S2 fakultas ITB, kini kembali ke Indonesia untuk mengabdikan diri dan mengelola sumberdaya alam bersama K3S, demi kepentingan bangsa dan negara.Pengalamannya di industri perminyakan, tidak diragukan lagi.

Oleh sebab itu, Pemerintah Pusat melalui Menterinya, mengangkat dirinya sebagai Pelaksana Tugas SKK Migas Sumbangut.
Kepercayaan ini mahal harganya.Apalagi menurunnya eksplorasi migas dikuartal pertama.

Menjadi seorang pemimpin, tidak semudah membalikkan telapak tangan, butuh keseriusan,
kehati-hatian,serta pengetahuan luar biasa,agar industri hulu migas bisa memberikan pendapatan bagi negara.

Diusia 48 tahun Hariyanto Safri lugas menjelaskan, cara kerja SKK migas bersama KKKS,dalam melaksanakan pengeboran minyak dan gas, mulai pencarian pengeboran hingga produksi. Tak sedikit pihak K3S mengalami kerugian besar, karena tidak menemukan ladang migas yang tepat, ucap Haryanto.

“Pihak KKKS, harus merogoh dana besar saat melakukan pencarian, hingga ditemukannya ladang minyak”. Kendati demikian ladang minyak tidak bisa langsung di olah. Butuh waktu dan persetujuan Negara dulu. “Ada syarat harus dipenuhi sebelum Negara menyetujuinya”.

Besarnya kors dalam melakukan pencarian ladang minyak, menjadi alasan tersendiri bagi Pemerintah Pusat, untuk mengandeng pihak ketiga yang bersedia mengeluarkan modal besar.

Sukses menerangkan proses kerja K3S dilapangan, Haryanto berkomitmen, SKK migas dan mitra kerjanya Medco E&P Natuna Ltd dan Premier Oil Natuna Sea BV, akan selalu memperhatikan kesejahteraan bagi masyarakat daerah penghasil, khususnya Kabupaten Natuna.

Bukti itu telah ditunjukkan SKK Migas atas dukungannya kepada Geopark Natuna, untuk melaju Go Internasional.Jauh sebelum Natuna diakui menjadi Geopark Nasional, SKK Migas bersama mitra kerja telah banyak memberikan bantuan lewat CSR. Diantaranya papan penunjuk arah, Papan pengumuman, Gajebo,
Pembangunan kamar mandi, Lampu penerangan, Pembangunan taman bermain di Pantai Piwang, Pembangunan Taman Bacaan, Pembagian sembako, Beasiswa hingga pelatihan jurnalis. Masih banyak lagi, program SKK migas buat Natuna.

Meski SKK migas mengalami penurunan produksi, akibat dilanda Covid-19, namun pihaknya tetap berkomitmen, untuk membantu masyarakat tempatan.Kami juga mendorong KKKS agar menjaga produksi dengan mencari ladang baru, serta merawat sumur lama.Sehingga produksi tetap stabil.

Untuk itu kami mengajak Pemerintah daerah, masyarakat dan media, agar bersama- sama melakukan sosialisasi, guna mendukung Geopark Natuna masuk UNESCO.

Mari jaga dan lestarikan situs bebatuan di Natuna. Karena ini merupakan kekayaan alam, sangat mahal. Natuna ini, ibarat Hawaii, sangat unik. Bisa dikatakan surga tersembunyi di perbatasan NKRI. SKK migas bersama mitra kerja akan mendukung program Pemerintah.

Tahun ini, banyak program telah diluncurkan untuk menunjang perkembangan Geopark Natuna menuju Unesco, celakanya gegara Covid-19, keinginan itu harus di tunda dulu. Ditunda bukan berarti tidak jalan.

Artinya kegiatan kita satu persatu dilaksanakan, termasuk giat hari ini ucapnya. Saya mengajak rekan media untuk tetap berkarya memberikan edukasi kepada pembaca. Beritakanlah Geopark Natuna hingga kemanca negara, agar kelak Geopark Natuna menjadi wisata unggulan di Indonesia.

Hal tersebut diaminin wartawan senior mahkroen. Lelaki malang melintang di media TV ini, bercerita tentang perkembangan dunia digital.

Pimpred RTV mengakui, sejak adanya media online pembaca koran merosot. Artinya rekan rekan media harus menguasai teknologi.Jadilah wartawan profesional, melakukan cek & ricek dalam suatu pemberitaan.Sajikan berita yang enak untuk dibaca. Ada istilah wartawan menguasai dunia.

Wartawan Natuna harus membangun dan mendukung operasional K3S, yang beroperasi disana.Dukungan itu kita buat lewat dorongan, bagaiman cara agar operasional KKKS bisa lebih besar lagi.

Terpenting, harus tertanam dalam hati, sebagai wartawan meraputih berada diatas kepala kita. Apalagi rekan -rekan bekerja di daerah perbatasan harus menjaga.ucapnya.

Sementara itu, Kadis Parawisata Natuna Hardinansyah menjelaskan wisata unggulan di Kabupaten Natuna. Selain Pantai,ada Wisata Bahari, wisata Pengunungan, dan Geopark Natuna.Serta hewan langka kekah, satu satunya di Indonesia.

Kabupaten dijuluki, mutiara diujung utara ini, memiliki daya tarik tersendiri untuk dikelola. Besarnya anugrah Tuhan sudah seharusnya di lestarikan dan dijaga bersama.Ucap mantan Kepala BP3D ini.

Selain kepala Dinas Parawisata, Hardinansyah juga diangkat menjadi wakil ketua Geopark Natuna. Meski signal internet sedikit macet, namun dirinya mampu menjelaskan program kerja Parawisata dan meminta dukungan dari SKK Migas.

Menjadi narasumber diacara Web Seminar (Webinar) dan Lomba Karya Jurnalistik (LKJ), disponsori oleh SKK Migas Sumbagut, Medco E&P Natuna Ltd dan Premier Oil Natuna Sea BV bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Sayangnya, tidak sedikitpun menyinggung kinerja wartawan lokal, telah banyak mengedukasi perkembangan wisata Natuna. Kejadian ini, sangat berbeda dengan Narasumber lainnya. Kendati demikian jurnalis Natuna tidak patah arang, tekatnya bulat untuk membangun ekonomi Natuna lewat tulisan.

Kini tantangan semakin berat, mengingat Kabupaten Natuna telah ditetapkan sebagai Geopark Nasional,sebentar lagi akan Goo International. “Kami berharap Geopark Natuna bisa masuk UNESCO”.ucap Hardinansyah .

Diakuinya,SDA Natuna sangatlah besar. Apalagi Natuna ditetapkan Presiden salah satu daerah percepatan pembangunan dan jadi perhatian khusus Pemerintah Pusat. Karena merupakan daerah strategis berbatasan langsung dengan 7 Negara tetangga dan merupakan jalur perdangangan Asia Pasifik.

Geopark Natuna merupakan ke-11 dari 15 Geopark di Indonesia. Kami berharap, Geopark bisa menjadi salah satu icon Pariwisata, dapat mendongkrak perekonomian masyarakat.

Kita sedang berjuang, untuk diakui UNESCO. Geopark harus banyak melibatkan kompenen.Untuk itulah pihaknya tidak henti-hentinya meminta kepada SKK Migas, dalam membantu pembangunan wisata di Natuna.

Kami sadari sudah banyak yang dibuat SKK Migas dalam membantu perkembangan Parawisata, termasuk mendukung Geopark Natuna Go internasional. Harapan kami, Geopark bisa menjadi motor ekonomi baru bagi masyarakat.

Lain tempat, Yanto salah satu siswa SMA di Ranai, mengaku senang, melakukan pendakian ke gunung Ranai. Sebab, sudah ada papan penunjuk arah. Jadi kita tidak tersesat lagi.

Mudah mudahan, SKK Migas maupun pemerintah membangun jalan lingkar hingga ke puncak, sehingga gunung Ranai, yang penuh dengan bebatuan dan kayu langka, bisa dijadikan tempat wisata untuk meningkatkan ekonomi masyarakat tempatan ucapnya.

Gunung Ranai punya ketinggian 1 km diatas permukaan laut, namun karena jalannya terjal, menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang hobbi mendaki.

Abdillah salah satu pengelola tempat wisata di Batu Kasah, Kecamatan Bunguran Selatan,mengaku sangat terbantu atas bangunan Gajebo, papan pengumuman,kamar bilas, bak penampungan air bersih, serta surau, dari SKK Migas dan mitra kerjanya.

Dengan adanya pasilitas ini,masyarakat berkunjung semakin ramai. Tentu berdampak pada perputaran ekonomi. Banyak pedagang dadakan saat hari libur tiba. Saya sendiri turut merasakannya. Jika hari libur, omset penjualan bisa sampai 2 jutaan/hari. Ini sangat membantu ekonomi masyarakat ucapnya.

Pantai batu kasah salah satu wisata unggulan, karena dipenuhi batu granit besar terhampar di tepi pantai. Daerah ini menjadi salah satu faporit masyarakat ketika libur tiba.

Ucapan terima kasih juga dilontarkan Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti,kepada SKK migas dan K3S, sudah banyak membantu pembangunan di Natuna, lewat program CSR.

Kami berharap dukungan SKK Migas terus berlanjut dalam membantu perekonomian masyarakat, ditengah Pandemik Virus Corona./Roy.

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.