Sukses STQ Kepri VI Di Perbatasan Indonesia Natuna, Untuk Kedua Kalinya Jadi Tuan Rumah Perhelatan STQ

No 3, SEKRETARIS Daerah Natuna Syamsurizon (tengah) bergambar bersama sejumlah  kepala SKPD NatunaNatuna, (MR)
Gubernur kepulauan Riau (Kepri) HM Sani, bersama Bupati Natuna melangkah memasuki Masjid Agung Natuna. Namun Ilyas tidak sendiri, disamping kanan kiri dan belakang, turut berjalan beriringan, sosok Bupati dan Walikota se-Provinsi Kepri.

Usai melaksanakan Sholat Isya, seluruh hadirin, menuju tempat duduk yang telah disiapkan. Ternyata malam akbar itu merupakan, pembukaan perhelatan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) VI Tingkat Provinsi Kepri yang berlangsung dari tanggal 12-16 Mei 2015. Informasi diterima, penyelenggaraan STQ VI Kepri di Natuna, menghabiskan anggaran daerah belasan milyar rupiah. Anggaran belasan milyar rupiah itu, belum termasuk dana bantuan dari Pemerintah Provinsi Kepri.

Sebagai tuan rumah perhelatan akbar, Ilyas bersama jajarannya, dibantu oleh Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilwatil Qur’an Natuna Imalko Ismail serta Ketua Pelaksana STQ VI Kepri, Syamsurizon, jauh-jauh hari telah mempersiapkan fasilitas dengan maksimal. Agar tamu undangan, terutama kafilah dari Kabupaten dan Kota se-Kepri merasa nyaman tinggal di Ranai, Ibukota Kabupaten Natuna.

Demi kenyamanan itu, Imalko yang juga menjabat Wakil Bupati Natuna, rutin memantau persiapan tempat pertandingan STQ di Masjid Agung Natuna yang berada di wilayah Natuna Gerbang Utaraku. Supaya terlihat bersih, lima hari sebelum acara, Ketua Partai Demokrat Natuna itu melaksanakan gotong royong bersama seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Forum Koordinasi Perangkat Daerah (FKPD) dan masyarakat Natuna yang berkepentingan, di beberapa titik lokasi pendukung acara STQ Kepri, seperti Kawasan Gerbang Utaraku, Pantai Kencana dan jalan-jalan akan di lalui Pawai Ta’aruf. Secara serentak melakukan gotong royong bersama, sehingga suasana kegiatan STQ terlihat asri dipandang mata.

Pada kesempatan itu, Imalko menyempatkan diri untuk melakukan temu ramah dengan Camat, Lurah, RT, RW dan Kepala Lingkungan se-Kecamatan Bunguran Timur. Temu ramah di maksud, agar pejabat kecamatan hingga kepala lingkungan dapat mengajak warganya menjaga keamanan dan kenyamanan selama STQ berlangsung. “Tuan rumah yang baik, harus ramah kepada tamunya,” tutur Imalko sambil bersantap siang dirumah makan sisir basisir. “Sebab tamu yang datang berasal dari luar daerah.”

Tidak ketinggalan juga Syamsurizon yang menjabat Sekretaris Daerah Natuna, sering memantau perkembangan pembangunan panggung-panggung acara. Hingga ia menyempatkan diri duduk lesehan dengan para pegawai dan pekerja pembuat panggung acara STQ Kepri di Pantai Kencana. “Saya ucapkan ribuan terima kasih atas kehadiran dan dukungan seluruh elemen masyarakat di STQ VI Kepri,” sambutan Ilyas Sabli di beberapa kesempatan. “Dengan terselenggara STQ ini, semakin mempererat tali persaudaraan antara sesama umat muslim.”

Dalam buku panduan, Ilyas Sabli mengatakan, pengembangan Tilawatil Qur’an merupakan salah satu pengentas buta aksara membaca Alqur’an. Sebagai umat muslim, mempunyai tanggungjawab bersama, memperkaya khazanah, menimbulkan kecintaan serta berupaya berlomba memahami dan mengimplementasikan isi kandungan Alqur’an dalam hidup dan kehidupan.

Sehingga, kebijakan Pemerintah Provinsi Kepri melalui Surat Keputusan Gubernur Kepri Nomor 298 Tahun 2014 tentang Penetapan Kabupaten Natuna sebagai tempat penyelenggaraan STQ VI Kepri. Menurut Ilyas, hal itu sebuah penghargaan dan amanat besar yang harus dilaksanakan.

Jadi Ilyas berharap, pelaksanaan STQ VI Kepri, hendaknya seluruh elemen masyarakat Natuna bisa menyuguhkan kesan terbaik kepada tamu-tamu yang hadir. Meskipun ia menyadari, bakal ada ketidak puasan maupun kekurangan, dalam hal pelayanan dan fasilitas.

Namun kekurangan-kekurangan ini bakal menjadi bahan evaluasi, agar semakin baik kedepannya. Kata Ilyas, “Harapan saya para kafilah dari kabupaten dan kota se-Kepri merasa nyaman sehingga dapat menunjukan penampilan optimal.”

Ketua Panitia Pelaksana STQ VI Kepri Syamsurizon dalam sambutannya, mengatakan, amanat dan tanggungjawab diberikan sebagai panitia penyelenggara merupakan kepercayaan besar yang harus dijalankan. Pada masa persiapan, seluruh bidang pelaksana telah memberikan partisipasi maksimal melalui berbagai rapat teknis dan evaluasi secara berkelanjutan.

Namun, tidak dipungkiri, masih banyak kekurangan dan kelemahan. Tetapi Kami  percaya, seluruh elemen masyarakat Natuna akan memberikan kesan baik sebagai tuan rumah pelaksana STQ VI Kepri. Untuk itu, kata Syamsurizon, “Saya atas nama ketua panitia penyelenggara, mohon maaf kepada seluruh kafilah, jika masih banyak kekurangan dalam pelayanan.”

Disisi lain Gubernur Kepri HM Sani mengucapkan selamat dan terima kasih, khususnya kepada Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah dan seluruh elemen masyarakat yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Karena dengan jerih payah, mampu mensukseskan STQ VI Kepri. Sani juga berharap, dengan momen STQ ini, kaum muslimin dari berbagai daerah saling bersilahturahim, berkomunikasi, membangun kebersamaan dan persaudaraan.

Menurut Sani, Alquran adalah Kallamullah yang diturunkan kebumi oleh Alloh SWT sebagai mukjizat dan pedoman bagi umat manusia yang ingin meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Alqur’an mengandung nilai-nilai dengan keimanan, hukum, akhlak serta peraturan yang mengatur tingkah laku dan tata cara hidup manusia, baik sebagai mahkluk individu dan mahkluk sosial. Alqur”an juga mengandung begitu banyak falsafah, kisah dan sumber ilmu pengetahuan tiada habis-habisnya sebagai pelajaran, nasihat serta pencerdasan bagi manusia.

Oleh karena itu, pada kesempatan baik ini, Sani mengajak kaum muslimin di seluruh Provinsi Kepri, bersama-sama menjadikan Alqur”an sebagai pedoman dan pegangan dalam kehidupan harmonis, damai, ramah dan toleran serta menjauhkan diri dari sifat-sifat tercela yang dilarang oleh Alloh SWT.

Ia menyadarai, tujuan utama penyelenggaraan STQ bukan sekedar mencari juara semata sebagaimana biasanya kejuaraan, namun STQ juga untuk menumbuh kembangkan kecintaan terhadap Alqur’an sebagai pokok ajaran Islam yang bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. “Nilai-nilai ajaran Alqur”an dapat menjadi pegangan dalam menghadapi berbagai macam cobaan di dunia.” Untuk itu perlombaan akbar STQ Provinsi yang ke VI, kiranya dapat menghasilkan qo’ri dan qo’riah terbaik, yang nantinya dapat membawa harum daerah hingga ketingkat international.Hari ini kita bukan hanya mencari juaranya, namun yang paling penting, makna dari STQ ini yang harus perlu kita pahami dan amalkan dalam kehidupan kita sehari-hari.papar Sani. >>Roy

Related posts