Kuningan, (MR)
Perbincangan tentang pengelolaan dana BOS (Biaya Operasional Sekolah) menjadi topik yang hangat pada saat ini. Banyaknya sekolah yang mengelola dana BOS tidak akuntabel dan transparan membuat pemerintah terus mengembangkan sistem pendidikantentang pengelolaan dana BOS oleh manajemen sekolah. Salah satunya dengan menerapkan Managemen Berbasis Sekolah (MBS).
Senada dengan program pemerintah, SMP Negeri 1 Selajambe berusaha menerapkan Managemen Berbasis Sekolah (MBS) dengan baik terutama dalam pengelolaan dana BOS secara akuntabel dan transparan. Sekolah yang berlokasi di jalan Selajambe no. 217 Cantilan kecamatan Selajambe kabupaten Kuningan mempunyai jumlah siswa yang cukup banyak untuk ukuran sekolah yang berada di pinggiran kabupaten, yaitu 280 siswa dengan 22 orang guru.
Menurut Kepala sekolah SMP Negeri 1 Selajambe, Sukmana MPd saat ditemui di sekolahnya menjelaskan, bahwa pihak sekolah berusaha menerapkan MBS dengan sebaik mungkin terutama dalam pengelolaan dana BOS. “Dalam penggunaan dana BOS di sekolah ini kita kelola sesuai Juknis (Petunjuk Teknis) 2015. Semua kebutuhan sekolah kita tetapkan dalam rapat tahun ajaran baru yang melibatkan komite sekolah dan orang tua siswa. Sehingga tercapai semua kebutuhan sekolahyang dituangkan dalam RKAS (Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah)” jelas Sukmana.
Masih menurut Sukmana, bahwa untuk menerapkan pengelolaan dana BOS yang akuntabel dan transparan dengan MBS diperlukan sinergitas antara kepala sekolah dengan guru-guru dan TU serta dengan komite dan masyarakat. Sehingga tujuan dari pengelolaan akuntabel dan transparan bisa tercapai, yaitu hadirnya kepercayaan dari publik sehingga timbul partisipasi publik/masyarakat terhadap sekolah.
“Semua penggunaan dana BOS kami tuangkan dalam papan informasi dana BOS yang kita pasang di sekolah, sehingga publik bisa mengetahui tentang realisasi dana BOS tersebut” tutup Rukmana kepada Media Rakyat. >>Irwan Dgt
