SMAN 3 Ciamis Menggelar Perpisahan Di Islamic Center

Kegiatan seni tari lengse SMAN 3 CiamisCiamis, (MR)
Era globalisasi sekarang ini pendidikan harus dapat mengikuti kondisi serta dapat beradaptasi dengan situasi yang berlangsung di masa manapun karena sifat dari pendidikan itu sendiri tidak akan pernah ada batasannya, tahun demi tahun dalam jejang manapun dunia pendidikan selalu melepaskan lulusan yang akan menjadi generasi muda potensial sebagai penerus bangsa.

Sehubungan hal tersebut, SMA Negeri 3 Ciamis pada tahun ini meluluskan angkatan sebanyak 210 siswa dengan dua bidang studi diantaranya IPA dan IPS dan semuanya lulus, sebagai rasa suka cita dalam pelepasa lulusan SMA Negeri 3 Ciamis menggelar acara perpisahan dengan mengusung tema “Meningkatkan karakter generasi muda yang jujur, disiplin dan berahlak mulia”  yang banyak menyuguhkan kegiatan seni budaya tradisional khas Sunda diantaranya beberapa jenis tarian dan lengseran yang bertemakan “paturay tieng” (kenangan perpisahan), menurut Kabid Kebudayaan Dudung Abdulah , Sip. Mpd yang turut menghadiri acara ini mengatakan sangat apresiatif dan berkesan dengan kegiatan tersebut bahwa seni budaya tradisipnal masih dilakukan oleh siswa-siswi di tingkat sekolah dan dirinya tidak merasa was-was tentang akan terkikisnya seni budaya tradisional karena masih banyak dilakukan di sekolah dan sekolah itu merupakan pusat studi serta kegiatan dari kesenian tradisional.

Dilanjutkan oleh ketua komite SMA Negeri 3 Yaya Suryana mengatakan tujuan diadakannya kegiatan seni tradisional Sunda ini agar kita jangan sampai lupa akan identitas serta jati diri kita sendiri yang  sarat akan seni budaya, Yaya Suryana berharap untuk para lulusan ini dapat merasa bangga akan dirinya sendiri serta menjadi panutan yang berahlak mulia dengan menjaga nama baik dirinya, berbakti pada orang tua serta dapat membawa nama harum almamaternya dan tentunya dibekali dengan ilmu yang memadai untuk menghadapi persaingan seperti sekarang ini, Yaya Suryana menambahkan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah dan pemerintah namun dapat menjadi tanggung jawab bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan itu sendiri.

Sedang menurut Wakasek Kurikulum Edi Mulyadi. Spd, Mpd mengatakan bahwa tujuan dari diadakannya kegiatan ini berdasar pada identitas budaya yang ada di wilayah Pasundan sebagai bentuk pelestarian seni tradisional, kemudian Edi Mulyadi, Spd. Mpd berharap dengan apa yang disajikan dalam acara tersebut dapat lebih bermakna pada seluruh siswa bukan hanya sebatas simbol lulusnya seluruh peserta didik dari sekolah ini, ungkapnya. >>Fathul Mu’in

Related posts