Bombana, (MR)
Mendapat status terakreditasi merupakan dambaan setiap sekolah. Apa lagi jika akreditasinya A Plus, tentu merupakan prestasi yang patut dibanggakan. Salah satunya, SMA Negeri 09 Bombana, Sulawesi Tenggara. Sekolah yang dirintis dari nol oleh seorang tokoh intelektual Bombana, Sudirman, S.Pd., M.Pd ini ke depan bakal menjadi sekolah yang sangat diminati masyarakat.
Pasalnya, terhitung sejak tanggal 14 Agustus 2016 sekolah ini menyandang status Akreditasi A Plus yang berarti sekolah ini tidak diragukan aspek menejerial pendidikan dan kependidikan yang diterapkannya.
Memperoleh prestasi yang membanggakan dan bahkan mendapat pujian dari berbagai kalangan, tidak lantas menjadikannya besar kepala. Ditemui di ruang kerjanya, baru-baru ini, Sudirman yang juga pimpinan sekolah tetap menunjukkan sikap kebersahajaannya dan menceritakan, kalau sekolahnya menuai prestasi tidak diperoleh secara instan.
Namun kata dia, pencapaian itu merupakan buah dari perjuangan, tekad yang kuat, kerja keras dan kegigihannya bersama semua elemen staf pendidik dan tenaga kependidikan yang begitu disiplin dalam menjalankan tanggung jawab, baik sebagai guru maupun terhadap tugas tambahan yang diberikan dalam rangka pengembangan sekolah, sehingga semua hal yang menjadi persyaratan akreditasi dapat dipenuhi dengan baik.
“Itu semua karena tekad dan kegigihan yang kuat, sehingga sekolah kami menyandang gelar sekolah berakreditasi A Plus,” ujarnya kepada Media Rakyat dengan penuh senyum dan nada ramah.
Selanjutnya, Sudirman mengakui, kalau akreditasi A Plus terhadap sekolahnya tidak membuatnya menjadi puas. Menurutnya, status itu merupakan pemicu yang harus menjadi pemacu kinerja untuk semakin mempersiapkan sekolah yang dipimpinnya sebagai institusi pendidikan yang semakin diminati.
Karena itu, kata dia, salah satu yang dijadikan penyangga adalah menjadikan siswa yang dididiknya sebagai agen sosial yang peduli terhadap kehidupan masyarakat di lingkungannya. “Kami menerapkan ilmu tentang kehidupan sosial. Karena pentingnya hal itu, maka kami cantumkan dalam indikator visi sekolah kami, supaya para siswa faham bahwa ini benar-benar harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” Ungkapnya. Layanan dengan senyum, dibarengi salam dan sapa yang santun dan sopan adalah pola yang telah lama diterapkan di sekolah ini, yang terkenal dengan Layanan “Lima S”, yakni, Senyum, Salam, Sapa,Santun dan Sopan.
“Ini salah satu yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah, keluarga maupun di masyrakat luas,” imbuhnya. >>MR
