Sikap Arogansi Oknum Pelaksana Proyek Kepada Awak Media

Indramayu, (MR)
Kebebasan awak media dalam menjalankan tugasnya dilapangan acap kali masih banyak tantangan serta intimidasi yang diterimanya.  Kebebasan pers sebagaimana yang diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, ternyata masih banyak dilecehkan oleh Oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Seperti yang dialami oleh MEDIA RAKYAT, ketika akan melakukan peliputan serta mengkonfirmasi pihak pelaksana proyek PT. Sumber Agung Jaya Abadi. Proyek yang merealisasikan pembangunan TPT (Tembok Penahan Tanah ) serta Proyek Normalisasi yang terletak di Blok Kali Cibuaya/ Caplokan, Desa Krimun Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu.

Sikap Arogansi yang ditunjukan oleh Ris (35) Oknum Pelaksana proyek tersebut kepada MR serta Crew Media lainnya, sangat tidak terpuji. Pasalnya, Ris sebagai pelaksana lapangan dari proyek tersebut, seharusnya lebih transparan serta mau bekerja sama dengan crew  media dalam mempublikasikan jalannya proyek tersebut kepada masyarakat luas.

Namun, arogansi tersebut untuk kesekian kalinya ditunjukan kepada MR. Ketika akan melakukan peliputan, wartawan koran ini menanyakan kepada Ris tentang siapa pelaksana proyek tersebut. Dijawab oleh Ris, pelaksana yang dimaksud berada diarea proyek normalisasi.

Justru hal tersebut tidak sesuai seperti yang disampaikan Ris, wartawan koran ini seperti dibola ping pong. Hingga akhirnya, MR  mengambil beberapa gambar untuk dijadikan dokumentasi. Mendadak, Ris menghampiri dengan kata-kata yang cukup pedas.

“Hai kamu lagi ngapain, kesini kamu. Kamu jangan sembarangan ambil foto tanpa izin dari saya. Tolong dihapus foto itu,” Bentak Ris kepada MR.

Dengan perlakuan seperti itu, di duga, proyek yang menelan dana Miliaran Rupiah tersebut, terdapat indikasi penyimpangan dalam R.A.B serta Besteknya. Bahkan lebih ironi lagi, bukan hanya MR yang mendapat perlakuan semacam itu. Beberapa wartawan lainnya juga sama merasakan tindakan arogansi dari Oknum pelaksana proyek yang sombong tersebut.

“Dulu waktu saya kesini menanyakan siapa pelaksana proyek ini. Ris selaku pelaksana proyek bersikap sangat kelewatan. Masa saya ditantangnya. Padahal saya hanya minta konfirmasi, terkait jalannya pelaksanaan proyek ini. Ini sama saja dengan menghalang-halangi tugas saya sebagai jurnalis,” papar Sur (46) Wartawan SKU MEDIATOR kepada MR.

Senada dikatakan Par (41), dirinya juga merasakan hal yang sama ketika akan melakukan peliputan dilokasi proyek tersebut. Dia  mengatakan, sebagai  awak media dirinya berkewajiban meminta konfirmasi serta keterbukaan dari Ris selaku pelaksana. Namun, justru yang didapatnya perlakuan kasar.

“Saya tanya baik-baik sdr Ris tentang pelaksanaan proyek ini. Ini sebagai tugas saya dalam menjalankan fungsi sebagai jurnalis. Tapi, Ris malah bekata kasar sampai menantang saya. Hal ini harus mendapat perhatian dari semua pihak, agar intimidasi, serta perlakuan tidak terpuji kepada wartawan jangan sampai terulang lagi dikemudian hari,” beber Par.

Perlakuan Ris selaku pelaksana Proyek  tersebut secara nyata dan jelas telah melecehkan UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang kebebasan pers, serta UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang KIP ( Keterbukaan Informasi Publik ). >>Afandi

 109 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Related posts