SDN Pekojan 03 Pagi Membangun Mental dan Spiritual Anak Didik

Jakarta, (MR) – Tentang sistem pendidikan nasional dalam UU No 20 Tahun 2003, tercantum pengertian pendidikan: Adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya sehingga memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Untuk itu, sekolah sebagai lembaga penyelengaraan pendidikan sebisa mungkin harus mampu memaksimalkan apa yang menjadi tujuan pendidikan itu sendiri. Pendidikan bukanlah lembaga profit, yang berdiri semata-mata hanya mencari keuntungan, tanpa memperhitungkan bagaimana membentuk generasi masa depan, mengemasnya menjadi generasi yang tangguh, mampu menjadi barometer dari berbagai aspek kehidupan.
Hal itu dikatakan Kepala SD negeri 03 pagi yang dipimpin Rusady kepada awdionline baru-baru ini. Untuk itu, sebagai lembaga pendidikan yang komitmen dalam mencetak generasi yang cerdas, taqwa serta terampil sesuai dengan apa yang menjadi program keahlian, menurut Rusady kita mengedepankan moralitas Akhlaq sehingga anak didik kita bisa mengerti apa sapansantun serta membuat benteng agama yang kokoh .
Tak hanya itu saja,sosok Rusady yang ramah juga displin menambahkan, bahwa dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) sesuai dengan kebutuhan produksi generasi yang akan datang, sampai saat ini pihaknya terus meningkatkan kualitas mutu guru sebagai tenaga pendidik sesuai kompetensi dibidangnya masing-masing yang dibutuhkan.
Jauh dari itu juga, membangun mental dan spiritual anak didik di SD Negeri Pekojan 03 Pagi juga menjadi program yang sangat krusial.
Karena, menurut Rusady pada era Internasional Tehnologi saat ini melihat banyaknya pengaruh positif dan negative dari bebagai karya tehnologi, seperti internet. “Adalah masalah yang hanya bisa diselesaikan dengan pendekatan psykologis dan membekalinya dengan ilmu agama yang cukup. Agar kebutuhan dunia ilmu pengetahuan umum bisa seimbang dengan akhlak dan moralitas,”Jelas Rusady(Muali Rg/hestu)

Related posts