Kotamobagu, (MR) – Di era sekarang, pendidikan karakter merupakan sesuatu yang jarang ditemukan pada masyarakat Indonesia. Pada kesempatan ini SDN 1 Motoboi Kecil, Kota Kotamobagu mengadakan pelatihan Pengimbasan Penguatan Pendidikan karakter, Kamis (19/10).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kotamobagu, Dra. Rukmi Simbala MAP menjelaskan Kegagalan guru dalam menumbuhkan karakter anak didiknya, disebabkan seorang guru yang tak mampu memperlihatkan dan menujukkan karakter sebagai seorang yang patut didengar dan diikuti. Sebagai seorang guru tidak hanya sekedar menyampaikan materi ajar kepada siswa. Namun, yang lebih mendasar dan mutlak adalah bagaimana seorang guru dapat menjadi inspirasi dan suri tauladan yang dapat merubah karakter anak didiknya menjadi manusia yang mengenal potensi dan karakternya sebagai makhluk Tuhan dan sosial, ungkap Simbala.
Dra. Jane Anita Panungkelan, Msi Pembicara dari LPMP Provinsi Sulawesi utara menambahkan Jika karakter anak telah terbentuk sejak masa kecil mulai dari lingkungan sosial sampai Sekolah Dasar, maka generasi masyarakat Indonesia akan menjadi manusia-manusia yang berkarakter yang dapat menjadi penerus bangsa demi terciptanya masyarakat yang adil, jujur, bertartanggung jawab sehingga tercipta masyarakat yang aman dan tentram sebuah suatu negara, kata Panungkelan.
Marwiyah Paputungan, S.Pd Kepala sekolah SDN 1 Motoboi kecil mengatakan pendidikan karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat.
Pendidikan merupakan salah satu wadah dalam menunjang pembentukan karakter tiap individu. Sekolah Dasar adalah merupakan pendidikan awal penanaman karakter anak dalam perkembangan dirinya. Tak bisa kita mungkiri bahwa banyaknya generasi di Indonesia, yang tidak mengenal dirinya sebagai bangsa Indonesia yang memiliki berbagai macam suku, budaya, dan kultur sosial yang berbeda, terang Paputungan. >>Michael
