SD 06 KOTA TERNATE, SEKOLAH PENYELENGGARA PROGRAM INKLUSIF

Ternate, (MR) – Keberadaan lembaga pendidikan dasar SD 06 Kota Ternate adalah sekolah dengan sisi keunggulan yang berbeda dengan sekolah dasar lainnya di kota Ternate .Memiliki program SEKOLAH INKLUSIF,sekolah yang menyelenggarakan pendidikan untuk keluarga ,program bermutu ,sekolah ramah anak dan program kemitraan sekolah .

Diwawancarai awak mediarakyatcom ,kepsek SD 06 Chadijah Maani SPD MM menjelaskan sekolahnya adalah sekolah Model pertama yang hadir di kota Ternate ,juga program sekolah inklusif ini adalah program dari Direktorat PKLK pusat. ” Direktorat Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus PKLK menetapkan tiga satuan pendidikan sesuai jenjang sebagai sekolah penyelenggara inklusif yakni SD 06 Ternate ,SMPN 1 Ternate dan SMAN 10 TERNATE .Dengan demikian keberadaan sekolah ini bisa menerima atau menampung siswa / anak yang berkebutuhan khusus ( ABK ) .Jumlah ABK yang tertampung disini kurang lebih 40 sekian ” tutur Chadijah .

Ia juga menambahkan kegiatan pembelajaran untuk semua siswa baik katagori siswa reguler maupun siswa ABK semuanya digabung atau tidak terpisah. ” Ini adalah bentuk peniadaan terhadap diskriminasi ,tidak ada dikotomi siswa normal dan abnormal ” tegasnya .

Selain sebagai sekolah inklusif ,SD 06 juga dikenal sebagai sekolah adiwiyata . Penetapan status adiwiyata ini dengan melihat segi penataan lingkungan yang bersih ,hijau dan sejuk .Fasilitas lainnya juga seperti kolam ikan ,hasil karya guru dan siswa yang senantiasa di pajang sebagai bentuk promosi dan sosialisasi. Fasilitas lain juga berupa kantin sehat ,toilet ,sentral paguyuban orangtua siswa ,koperasi siswa ,perangkat CCTV .

Selain itu prestasi guru guru dan kepala sekolah yang senantiasa mendominasi hingga ke tingkat nasional pada event lomba guru berprestasi tingkat nasional. Juga keikutsertaan kepala sekolah SD 06 Khadijah Maani pada ajang lomba kepala sekolah berprestasi tingkat nasional tahun 2010 yang selanjutnya menjadi duta perwakilan kepalan sekolah ke Australia guna kegiatan studi banding pendidikan bersama enam kepalan sekolah lainnya dari 34 propinsi di Indonesia. Menurut Chadijah hasil studi banding tersebut selanjutnya dipresentasikan dihadapan Direktorat jendral pendidikan dasar . ,” Saya begitu terkesan karena manajemen pendedikan di negeri Kanguru ini jelas berbeda dengan di indonesia ,di indonesia pendidikan kita terlalu dicekoki dengan hal administratif, tapi alhamdulillah sekarang sudah ada perubahan dengan kepemimpinan Pak mentri Nadiem ” akunya . ATENG MRC

 117,236 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.