Natuna(MR) -Anjloknya harga produksi karet,membuat masyarakat Desa Tapau Kecamatan Bunguran Tengah, sampaikan aspirasi kepada pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Natuna, Wan Siswandi-Rodhial Huda (WS-RH), 30/09/2020.
Pernyataan itu di sampaikan warga desa Tapau kepada pasangan nomor urut dua WS-RH saat menyapa seluruh Tim Sukses di rumah Istadi.
Menurut mereka, warga desa Tapau tidak pernah mendapatkan bantuan pupuk untuk kebun karet. Sehingga hasil tidak maksimal ditambah harga jual kurang anjlok.
Menanggapi hal ini, Wan Siswandi dengan tegas menjelaskan, jika WS-RH dapat amanah dari masyarakat untuk memimpin daerah ini, dirinya akan menempatkan ahli pertanian di dinas tersebut.
“Kalau kita menempatkan orang yang bukan bidangnya di suatu dinas, maka hasil kinerja mereka tidak akan maksimal. Untuk hasil karet, nanti wakil saya yang paham gimana cara pemasarannya,” terang Wan Siswandi.
Wan Siswandi juga menjelaskan, dalam penugasan setiap kepala dinas, WS-RH memiliki cara dan target tersendiri. Pihaknya akan memeberikan target bagi tiap kepala dinas untuk menyiapkan program kerja dan harus terlaksana.
Contohnya, seorang yang ditunjuk sebagai kepala dinas pendidikan, harus bisa menyiapkan stadion olah raga dalam jangka 2 tahun.
“Kalau target tidak terpenuhi maka kepala dinas tersebut harus diganti, sehingga mereka akan bekerja sungguh-sungguh,” ungkapnya.
Sementara itu, Rodhial Huda juga mengamini apa yang dijelaskan oleh Wan Siswandi. Dirinya mengaku posisinya sebagai wakil bupati akan lebih menguatkan kinerja pasangannya.
“Paosisi kami sebagai pasangan Calon, saling menguatkan. Pak Wan Siswandi sendirian sebenarnya sanggup mengelola daerah ini. Dengan berdampingan bersama saya, akan lebih mudah mencapai target menuju Natuna maju,” tuturnya.
Dalam kegiatan itu hampir 50 orang tim sukses WS – RH, dan menargetkan menang di desa Tapau./Ril
