Santunan Mas Abu Untuk Anak Yatim & Dhuafa

Kediri, (MR) – Institusi yang sudah dikenal masyarakat luas keberadaannya yang berlokasi di Mojoroto Kota Kediri Jawa Timur, menyelenggarakan acara santunan diselenggarakan yang pertama pada tahun ini, tepat Tahun Baru Hijriyah. Hal ini akan menjadi agenda rutin atas dasar kesepakatan warga Madrasah.

Meski pun nantinya berganti-ganti Kamad (Kepala Madrasah) berharap bisa berjalan setiap tahun jadi agenda rutin. Agar bisa memantapkan keyakinan anak pada Allah SWT, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap sesama. Sedangkan Untuk pembiayaan dan anggaran berasal dari hasil shodakoh Kamad beserta warga Madrasah total sebesar 17 juta dari Kamad 6 juta dan yang lain shodakoh dari guru, staf, beserta siswa sebesar 11 juta.

Disalurkan sendiri oleh MTsN 3 Kota Kediri. Sedangkan acara diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 30 Sept 2017. Santunan kali ini dikhususkan bagi anak yatim, dhuafa siswa Madrasah maupun warga sekitarnya. Kegiatan ini menurut H.Muhktar (KTU) semoga selalu ada dan akan terus dijalankan setiap tahun karena merupakan kegiatan untuk edukasi yang baik dan hal yang wajib dilakukan bagi seseorang yang lebih atau mampu. Nantinya warga Madrasah selalu akan mengumpulkan anggaran dari shodakoh.

Acara diselenggarakan sangat meriah dan sekaligus menambah suasana antusias siswa siswi, karena kehadiran Mas Abu (Walikota Kota Kediri). Sedangkan para penerima merupakan anak yatim dan dhuafa dari siswa dan warga sekitar yang semua tergolong yatim dan tidak mampu.Acara dimulai jam 07.00 dengan didahului dengan acara pembacaan doa-doa, istiqosah. Pada akhirnya para penerima santunan secara simbolis diserahkan oleh Mas Abu.

Ada sekitar 80 orang tahun ini yang terdata untuk menerima, serta diiringi lagu-lagu islami yang dimainkan dari siswa-siswi MTsN 3 sendiri, sehingga menambah acara semakin khidmat. Dari penyampaian ustadz yang intinya ada 4 golongan yang tidak disukai Allah yaitu berilmu tapi tak digunakan sesuai perintah-Nya sehingga tak bisa bershodaqoh, ilmu dan keimanan jadi hanya mementingkan harta, berharta tapi tidak paham shodaqoh, kelompok yang tidak berharta dan tidak berilmu sehingga tidak tahu ajaranNya.

Kepala Madrsah Dawud Maulana menjelaskan, “Kami menyampaikan beberapa motivasi pada anak-anak penerima santunan untuk saling menghargai satu sama lainnya. Yang menerima jangan merasa lemah sedangkan yang memberi jangan merasa lebih, ada yang memberi pasti ada yang menerima memang ini kehidupan didunia sehingga menambah hidup semakin bermakna dan baik dunia akhirat. “Siapa tahu yang hadir menerima santunan ini nantinya menjadi orang yang berguna bagi nusa bangsa dan agama, seperti Bupati, Walikota, dan lain-lain,” ucapnya yang dilanjutkan dengan do’a sebagai tanda berakhirnya acara. >>Ags

Related posts