Sang Maestro Indonesia H. Bustamam Milad Yang ke-78 Tahun

Tangerang Selatan, (MR) – Seluruh staf dan Redaksi media Rakyat, dan seluruh jajaran Direksi dan karyawan PT. Sederhana Citra mandiri , mengucapkan ( Heppy berdhay ) HBD yang ke 78 Tahun ,kepada H.Bustaman, semoga di berikan kesehatan dan panjang umur ” HBD ” yang di rayakan sangat sederhana bersama keluarga besar di kediaman H Bustaman di Pondok Aren, (11/09/2020).

Restoran Sederhana Masakan Padang berlogo (SA) kini sudah tersebar dengan 160 cabang di Indonesia serta termasuk tiga di Kuala Lumpur dan Petaling Jaya, Malaysia.

SIAPA yang tak mengenal masakan Padang? Kehadiran rumah makan Padang di hampir setiap sudut kota di Indonesia menggambarkan bahwa penggemar masakan Padang ada dimana-mana.

Dan salah satu rumah makan Padang yang paling terkenal adalah Restoran Sederhana Masakan Padang berlogo (SA) yang kini sudah tersebar di 160 cabang di Indonesia serta termasuk tiga di Kuala Lumpur dan Petaling Jaya, Malaysia.

Dengan jumlah outlet keseluruhan, cabang dan ranting, yang mencapai sekitar 200 buah dengan 3.000 karyawan, Restoran Sederhana bisa dibilang merupakan salah satu jaringan usaha rumah makan terbesar di Indonesia saat ini.

Dari beberapa survei yang dikutip, dan dari hasil survei Roy Morgan yang dirilis Juni 2018 lalu bahkan menunjukkan, Restoran Sederhana adalah restoran yang paling banyak dikunjungi di Indonesia dalam rentang waktu enam bulan yang disurveinya, mengalahkan restoran waralaba internasional terkenal lainnya.
Saking terkenalnya Restoran Sederhana, beberapa waktu lalu pernah ada anekdot di media sosial tentang Neil Armstrong yang berjalan menuju Restoran Sederhana Masakan Padang begitu mendarat di bulan.

Lalu, siapa sosok di balik suksesnya jaringan Restoran Sederhana yang menggurita itu? Sesuai dengan nama usahanya, pemilik dan pendiri Restoran Sederhana adalah sosok yang sederhana, Sang Maestro H.Bustamam, seorang pria kelahiran Nagari Lubuk Jantan, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, 11 September 1942 lalu.

Namun, meski sudah meraih sukses besar dalam bisnisnya, ayah enam anak itu tetaplah orang yang sederhana dan bersahaja. H Bustamam tak melupakan sejarah Restoran Sederhana dari awal berdiri, yang memang lapak sederhana di pinggir jalan di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla dalam sambutannya di buku biografi Kisah Hidup H.Bustamam karya Hasril Chaniago yang dicetak April 2019 lalu mengatakan, kisah sukses Restoran Sederhana dan Haji Bustamam adalah sebuah contoh yang bisa menjadi inspirasi kepada bangsa Indonesia bahwa apapun yang dikerjakan dengan sungguhsungguh akan membuahkan hasil.

Sementara, Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi dalam kata pengantarnya di buku itu menyatakan, walaupun H.Bustamam sudah berhasil dengan usahanya, tapi ia tetap sosok rendah hati. Bicara dengan orang lain menggunakan bahasa yang santun. Cara-cara baik dan sederhana.

Sering kita melihat, orang kita itu kalau sudah berhasil lalu menjadi tinggi hati, H Bustamam tidak seperti itu. Jadi, sekali lagi ini suatu pembelajaran bagi generasi muda yang ingin menjadi entrepreneur,” kata Budi, (di kutip dari Melda Riani 03 Maret 2020).

Kisah sukses H.Bustamam memang memberi inspirasi bagi semua orang, terutama generasi muda yang juga ingin sukses. Bahwa kesuksesan dapat dicapai dengan kerja sungguh-sungguh dan pantang menyerah. Satu hal lagi, jangan sombong jika sudah berada diatas.

H. Bustamam memang tidak mendapat semua yang ia nikmati hari ini dengan mudah. Ia melewati masa kecil yang cukup menyedihkan Terlahir dari keluarga yang kekurangan, Bustamam juga sudah ditinggal kedua orang tuanya semenjak kecil. Jadilah, ia hanya mengenyam pendidikan sampai kelas dua Sekolah Rakyat (SD).

Ia kemudian merantau ke Jambi. Di sana, apapun ia lakukan untuk bekerja untuk mendapatkan penghasilan. Mulai dari menjadi kenek, jualan pisang dan jagung rebus, menjual koran, menyadap karet, dan mencuci piring di sebuah rumah makan.

Saat bekerja di rumah makan itulah, Bustamam sudah termotivasi untuk menjadi seorang yang berhasil. Rumah makan bernama “Sederhana” itulah yang kelak menjadi inspirasi bagi Bustamam sebagai merek rumah makan yang didirikannya.

Pada sebuah kesempatan di acara talkshow Kick Andy beberapa tahun lalu, Bustamam bercerita, ia pertama kali ke Jakarta tahun 1970 setelah cukup lama merantau di Jambi. Sebenarnya, saat itu ia berencana merantau ke Palembang. Tapi, oleh ibu mertua dan istri disarankan tak usah ke Palembang, melainkan ke Jakarta, ia pun merantau ke Jakarta dengan menumpang tinggal di rumah adik iparnya yang bekerja sebagai sopir untuk beberapa lama. Meski terbilang nekat dan tak terbayang sebelumnya akan berjuang di ibu kota, tapi Bustamam mengaku tak merasa takut. Karena sudah terbiasa berjuang sejak kecil, baginya bekerja banting tulang sudah biasa.

Awal di Jakarta, Bustamam berjualan rokok asongan dan buka kios kecil di depan praktek dokter di Jalan Matraman Raya. Sampai kemudian istrinya, Hj.Fatimah dan anaknya menyusul ke Jakarta Ia dan istri gantianberjualan di kios di Matraman itu 24 jam sehari.

Namun, hanya setahun di Matraman, terjadi kerusuhan yang menyasar etnis Minang oleh preman setempat, Ia pun menyelamatkan keluarga dan mengungsi ke Pejompongan. Di sanalah ia menyewa kios kecil Rp25 ribu setahun, tinggal sekaligus jualan di situ.

Namun, karena hasil dari jualan rokok tidak mencukupi, Bustamam memutar otak untuk mencari penghasilan tambahan bagi keluarga. jadilah ia berpindah haluan berjualan nasi.

Kesuksesan masih jauh dari Bustamam saat ibupertama kali berjualan nasi. Kala itu, meski gerobak milik sendiri (gerobak rokok di Matraman yang dimodifikasi), namun ia meminjam modal dari kakeknya Rp15 ribu dan join dengan tantenya. Bustaman pun membuat tempat jualan kaki lima di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

“Nama yang dipilihnya sebagai label usaha adalah “Sederhana” sesuai masukan sang istri. Mengingatkan ia pada tempat kerjanya yang lama di Jambi. Juga sesuai dengan tempatnya berjualan di kaki lima, cocok lah nama Sederhana,” kata Bustamam berkisah.

Usaha Bustamam harus jatuh bangun sampai Sederhana benar-benar berdiri mapan dan menjadi salah satu jaringan bisnis kuliner terbesar di tanah air. Ia sempat merasakan semua hasil dagangan nya dibawa kabur oleh pembantu di hari,pertama jualan, padahal modalnya hasil dari ngutang, itupun dengan omzet yang tak balik modal, modal Rp13 ribu tapi omzet Rp 425.

Sempat pula gerobaknya dibawa Trantib (sekarang Satpol PP). Belum lagi lapak jualan nasinya yang diambil alih sang tante dan tempat tinggalnya di Pejompongan yang pernah pula terbakar hingga ia numpang tinggal di rumah salah satu penyuplai bahan masakan.

Namun, Bustamam tak pernah menyerah. Bustamam yang pernah menjalani beragam profesi yang terbilang susah dijalani itu mulai menyewa kios permanen ketika Pasar Benhil dibangun tahun 1974 dengan harga sewa Rp15 ribu / tahun setelahnya ia buka cabang di Roxy Mas.

Setelah melalui lika-liku usaha, pada 1997, Bustamam mematenkan merek dagang ‘Restoran Sederhana Masakan Padang’ berlogo ( SA ) ke Direktorat Jenderal Hak atas Kekayaan Intelektual Alasannya mematenkan nama bukan hanya untuk mencari kekayaan, tapi lebih pada menjaga kualitas rasa dan layanan.

Modal utama adalah jujur dan rajin. Maka, apapun pekerjaan kalau kita tekuni dengan sungguh-sungguh dan kerja keras, insya Allah bisa berhasil.

Terkait nama dagang Sederhana, untuk melindungi merek Sederhana, dan berlogo (SA) pada tahun 2000, Bustamam membentuk perusahaan berbadan hukum bernama PT. Sederhana Citra Mandiri.

Bisnis Restoran Sederhana semakin lama semakin berkembang semenjak Bustamam mewaralabakan merek tersebut. Namun uniknya, usahanya di Restoran Sederhana menerapkan manajemen terbuka dengan kerja sama bagi hasil mirip pola syariah. Tak ada sistem gaji. Yang ada, setiap orang dapat penghasilan seusai kemajuan usaha dan peran masing-masing dengan sistem bagi hasil, sehingga apapun posisinya merasa memiliki dari usaha yang dilakukan itu.

Kepada para generasi setelahnya, Bustamam beserta istri yang sering hbs berkiprah di kegiatan sosial kemasyarakatan di kampung halamannya memberi saran bahwa, “untuk mencapai keberhasilan atau kesuksesan tak semudah membalikkan telapak tangan. Namun, semuanya harus dengan proses dan mau bekerja keras,” pungkasnya.

“Modal utama adalah jujur dan rajin. Maka, apapun pekerjaan kalau kita tekuni dengan sungguh-sungguh dan kerja keras ,insya Allah akan bisa berhasil,” ujarnya dalam bebagi tips. (Gunawan)

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.