Sang Cendrawasih Sebut TANGGUH LNG Gagal

Foto Dewan Kehormatan DPD RI Mervin S Komber asal Papua Barat saat berada di Kediaman Jumat R.Iribaram, Minggu (29/10/2017)

Bintuni, (MR) – Mervin Sadipun Komber yang dikenal dengan julukan Sang Cenderawasih, lahir di Fakfak, Papua Barat tanggal 20 Juni 1980 merupakan Anggota DPD RI yang mewakili Provinsi Papua Barat selama dua periode yaitu tahun 2009 – 2014 dan tahun 2014 – 2019, berada di Bintuni, Minggu (29/10/2017).

Sang Cenderawasih mengatakan baru-baru ini saat ditemui Wartawan di Tahiti di Kediaman Jumaat Iribaram, padamnya listrik di Teluk Bintuni, itu bukan kesalahan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Teluk Bintuni, tapi itu kesalahan dari perusahaan TANGGUH LNG.

” masa perusahaan besar seperti TANGGUH LNG tidak mampu memberikan pelayanan listrik kepada masyarakat, masa di biarkan masyarakat Bintuni dan Sebyar hidup dalam kegelapan ” Kata Mervin.

Untuk itu Mervin menegaskan, apabila perusahaan TANGGUH LNG tidak mampu menerangi Teluk Bintuni, lebih bagus TANGGUH LNG angkat kaki dari sini, masih banyak perusaahan yang lain yang mampu mengelola gas di Teluk Bintuni ini, tegasnya.

Dalam waktu yang dekat hari Rabu nanti, saya akan masuk ke perusahaan TANGGUH LNG untuk melihat langsung apa yang terjadi di sana.

” ini tugas saya, jadi tidak ada satupun yang boleh melarang saya, karena saya kerja di lindungi oleh undang-undang, peraturan yang ada di negara ini ” kata Mervin.

Kedepan saya akan bicarakan permasalahan ini ke Presiden, apabila TANGGUH LNG tidak mampu mensejahterakan masyarakat yang ada di Kabupaten Teluk Bintuni ini khususnya dan umumnya di Provinsi Papua Barat, lebih baik kontraknya tidak usah di perpanjang lagi, kita cari perusahaan lain saja ucapnya kesal. (HS) 2014 – 2019, berada di Bintuni, Minggu (29/10/2017).

Sang Cenderawasih mengatakan baru-baru ini saat ditemui Wartawan di Tahiti di Kediaman Jumaat Iribaram, padamnya listrik di Teluk Bintuni, itu bukan kesalahan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Teluk Bintuni, tapi itu kesalahan dari perusahaan TANGGUH LNG.

” masa perusahaan besar seperti TANGGUH LNG tidak mampu memberikan pelayanan listrik kepada masyarakat, masa di biarkan masyarakat Bintuni dan Sebyar hidup dalam kegelapan ” Kata Mervin.

Untuk itu Mervin menegaskan, apabila perusahaan TANGGUH LNG tidak mampu menerangi Teluk Bintuni, lebih bagus TANGGUH LNG angkat kaki dari sini, masih banyak perusaahan yang lain yang mampu mengelola gas di Teluk Bintuni ini, tegasnya.

Dalam waktu yang dekat hari Rabu nanti, saya akan masuk ke perusahaan TANGGUH LNG untuk melihat langsung apa yang terjadi di sana.

” ini tugas saya, jadi tidak ada satupun yang boleh melarang saya, karena saya kerja di lindungi oleh undang-undang, peraturan yang ada di negara ini ” kata Mervin.

Kedepan saya akan bicarakan permasalahan ini ke Presiden, apabila TANGGUH LNG tidak mampu mensejahterakan masyarakat yang ada, khususnya di Kabupaten Teluk Bintuni dan umumnya di Provinsi Papua Barat, lebih baik kontraknya tidak usah di perpanjang lagi, kita cari perusahaan lain saja sebut Mervin yang rela mencukur rambut demi songkok merah. (HS)

 42 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Related posts