PEMALANG JATENG, [MR] – Kepala Desa Penusupan Faozan menanggapi dengan sangat tenang dan menerima dengan baik puluhan warga yang kembali datang ke kantor balai Desa Penusupan Kecamatan Randudongkal. Warga beraudiensi untuk yang kali kedua dengan pemerintah Desa Penusupan. Mereka mengajukan beberapa pertanyaan, pernyataan serta tuntutan yang ditujukan langsung kepada Faozan selaku kepala Desa tiga periode ini, Selasa (25\05).Pernyataan paling keras dan sering didengungkan adalah mundurnya Kades dari jabatannya, disusul dengan pertanyaan dan pernyataan terkait adanya dugaan KKN (Korupsi Kolusi Nepotisme). “Kadesnya turun, kadesnya turun!!”. Seru warga saat berada di halaman kantor Desa yang juga berusaha merangsek masuk.
Seperti yang diungkapkan H. Erin, Herman dan Fatkhudin, yang intinya adalah Kepala Desa harus bertanggung jawab tentang penggunaan Dana Desa. “Oleh masyarakat bersama dengan pendamping kami, nanti akan kami laporkan ketingkat yang lebih tinggi, jelas karena itu sudah keranah hukum”. Ungkap H.Herin kepada wartawan.
Dilain pihak, sebagian warga Desa Penusupan lainnya ternyata tidak semua menuntut Kepala Desa mundur dari jabatannya. Ternyata masih ada sebagian besar warga yang sangat mendukung dan menginginkan Faozan tetap menjabat dan memimpin Desa Penusupan hingga akhir masa jabatannya. Salah satu warga sebagai perwakilan pemuda sempat berkomentar serta mempertanyakan, kenapa Kepala Desa dituntut harus mundur dari jabatannya. “Pak Lurahnya kan ga struk. Pak lurah kan masih sah menjadi kepala pemerintahan (Desa)”. Papar Agus Toni, warga yang masih percaya dan mendukung sepenuhnya Faozan sebagai kepala Desa.Kata Toni, lanjutnya, jika ada yang menuntut Kepala Desa untuk mundur dari jabatan dan mengatasnamakan masyarakat, Toni dengan tegas mempertanyakan masyarakat yang mana. “Kalau ada yang mengatakan dan mengatasnamakan masyarakat, masyarakat yang mana”. Tegasnya.
Selain itu, Faozan menanggapi dengan tenang dan bijaksana. Bahwa dirinya, menyatakan bekerja sudah mengikuti aturan serta prosedur yang ada. Bahkan, dia meragukan terkait pernyataan salah satu orator yang dengan berani menyatakan didepan umum, bahwa istrinya (Faozan-Red) berfoya-foya dan belanja menggunakan uang Dana Desa. “Kita lihat saja nanti”. Jawabnya singkat dengan nanda santai dan terlihat tenang.
Kemudian saat disinggung tentang tanggapan terkait adanya aksi masyarakat yang beraudiensi dan menuntut mundur dirinya sebagai kepala Desa, Faozan tetap santai dalam menanggapinya. “Sesuai dengan kemampuan saya selaku kepala Desa, saya sudah melakukan prosedur terkait jalannya pemerintahan Desa Penusupan”. Ujarnya didepan para wartawan, saat dikonfirmasi diruang kerjanya setelah audiensi berakhir.
Masih menurut Faozan, apa yang diungkapkan oleh mereka (para orator audiensi), adalah hal yang sangat berbanding terbalik faktanya. Karena yang dipermasalahkan mereka hanya ditahun ini. Karena diketahui, ditahun sebelumnya mereka juga ikut mengerjakan proyek Desa. Dalam kesempatan terakhir, Kades sempat menyinggung terkait adanya dugaan pemalsuan tandatangan dirinya pada dokumen lelang di Desa Penusupan. [SA.1\WL.9]
