Kayuagung, (MR)
Pemilihan Kepala Desa (PILKADES) secara serentak di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan ribuan anak dari tingkat SD sampai SMP kehilangan hak untuk mendapatkan pelajaran walaupun hanya satu hari, dari 18 Kecamatan di Kabupaten OKI untuk Pilkades secara serentak tersebut di bagi dalam tiga zona hanya satu Kecamatan yaitu Kecamatan Mesuji Raya yang tergabung dalam zona III, UPTD Pendidikan dan Guru meliburkan sekolah.
Berdasrkan pantauan wartawan di Kecamatan Mesuji Raya yang tergabung dalam zona III pada saat Pilkades Serentak tanggal 6 Agustus. Sekitar pukul 10 pagi SMPN 1 Mesuji Raya tidak ada satu pun terlihat guru dan siswa-siswi melakukan kegiatan proses belajar mengajar , begitu juga di SDN Sumbu Sari, SDN Kemang Indah, SDN Mataram Jaya, SDN Rotan Mulya dan SDN Kerta Mukti, tidak terlihat proses kegiatan belajar mengajar. Salah seorang warga yang namanya tidak mau di ditulis mengatakan, “tadi pagi anak-anak sekolah masuk pak tapi jam 8 sudah pulang lagi”
Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Mesuji Raya M.Sugiarto ketika ditemui untuk konfirmasi sedang tidak ada dikantor, salah seorang staf kantor mengatakan “Bapak lagi ke Kayuagung, tadi pagi sekolah masuk tapi sekarang sudah pulang karna ada pemilihan kepala desa”.
Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten OKI Drs.H.Zulkarnain, MM, melalui Kabid TK/SD Syamsudin, S.pd ketika dihubungi via tlp, kalau pemberitahuan libur itu tidak ada baik secara lisan maupun tertulis. Mungkin karena kepala sekolah dan guru nyoblos pilkades jadi sekolah diliburkan.
Koordinator Lembaga Intelijen Pers Reformasi Republik Indonesia Hamadi SE, sangat menyesalkan tindakan UPTD Pendidikan Mesuji Raya dan Kepala Sekolah di Kecamatan Mesuji Raya yang telah menghilangkan hak anak untuk belajar dengan cara meliburkan anak dalam rangka Pemilihan Kepala Desa secara serentak di Kabupaten OKI terutama di Zona III walaupun itu hanya satu hari, apalagi meliburkan siswa tersebut tanpa ada pemberitahuan ke Diknas Pendidikan Kabupaten OKI. Kasihan hak para murid untuk belajar tidak bisa di penuhi, hanya karna alasan para guru hendak melakukan penyoblosan Pilkades, kalau sudah begini siswa yang jadi korban.
Hamadi,SE menambahkan sebenarnya kalau guru di Kecamatan Mesuji Raya tidak malas melakukan kegiatan belajar mengajar, sebenarnya untuk melakukan pencoblosan bisa dilakukan secara bergantian dengan guru lain, karena untuk melakukan pencoblosan tidak perlu waktu yang lama. >>Ipan
