Rendra Kresna Jadi Bupati Entepreneur 2107

Kab. Malang, (MR)
Berbagai inovasi dan terobosan di bidang kesehatan dan pariwisata Pemerintah Kabupaten Malang kembali menuai prestasi membanggakan. Adalah Kellog Inivation Network (KIN) ASEAN Forum, sebuah lembaga yang di huni inovator handal berbagai negara Asia Tenggara mengganjar Bupati Malang Rendra Kresna sebagai bupati Entepreneur Award 2017.
Penghargaan tersebut di terima langsung Rendra di hotel Glass hotel Ritz Carlton Jakarta Rabu (6/12). Keberhasilan di bidang kesehatan di raih lewat program Home Care sedangkan di sektor pariwisata di raih di bidang pengembangan pariwisata sepanjang tahun 2017.
“Penghargaan ini milik semua masyarakat Kabupaten Malang , dan ini adalah bukti kerja keras semua pihak yang telah memberikan komitmennya di bidang kesehatan dan pariwisata,” kata Bupati Rendra.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Dr Abdurrahman M Kes menjelaskan setahun ini KIN Asean memonitor pengembangan program Home Care Dinas Kesehatan. “Pertama kali kita kembangkan di kecamatan Turen, dan KIN Asean selalu monitoring terhadap penyelenggaran dan kemanfaatannya bagi masyarakat,” ujar Gus Dur sapaan akrabnya.
Ia menjelaskan keunggulan program Home Care ini adalah upaya mengedepankan prinsip hidup sehat melalui pencegahan penyakit, caranya adalah dengan menerjunkan petugas kesehatan untuk mendatangi rumah warga dan memberikan pelayanan kesehatan serta mensosialisasi cara mengantisipasi penyebaran penyakit. “Saat ini kita terapkan di 33 kecamatan se-kabupaten Malang,” tukas Ketua STIKES Kepanjen ini.
Selain itu program Home care ini juga mendatangkan keuntungan tersendiri bagi warga masyarakat , contohnya penanganan penyakit TBC (Tuberculosis) rata-rata biaya yang harus di keluarkan pasien mencapai Rp 5 juta mulai awal hingga penyembuhan. “Dengan program Home Care ini biaya yang di keluarkan hanya Rp 500 ribu, nah ini keuntungan tersendiri bagi pasien,” tandas Abdurrahman.
Hal ini, menurut Abdurrahman karena prinsip pencegahan yang di kedepankan. Sementara itu keseriusan Bupati Malang di bidang Pariwisata tak luput dari perhatian KIN Asean. Menurut Kepala Dinas Pariwisata Dan Budaya Made Arya wedhantara, penilaian KIN Asean memang di lihat berdasar pengembangan wisata setahun ini. Ia menjelaskan selama setahun ini Pemerintah Kabupaten Malang serius menggarap sektor Pariwisata .
Hal ini terbukti dengan meningkatnya jumlah wisata-wan yang berkunjung ke Kabupaten Malang. “Hingga akhir November ini sudah mencapai 5,6 juta kunjungan wisatawan, Capaian ini meningkat dari tahun 2016 sebanyak 4.356.850 wisatawan. Kami optimis hingga akhir tahun ini bisa mencapai 6 juta wisatawan,” imbuhnya. Ia mencatat saat ini di kabupaten Malang terdapat 154 destinasi wisata andalan, selain itu pihaknya terus memaksimalkan tumbuhnya desa-desa wisata untuk terus berkembang. >>GIT

Related posts