Halut, (MR) – Sidang Sinode (SS) Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) ke XXVIII yang dilaksanakan di gereja Central Maulango Buli, Halmahera Timur (Haltim) pada 14-22 september lalu sudah ada titik terang mengarah ke rekonsiliasi dan penyatuan gereja.
Sekum GMIH Pdt. Verdianus Guselaw saat berbincang dengan media ini beberapa waktu lalu, (25/9), di ruang kerjanya, mengungkapkan dalam sidang sinode memang hampir semua pendeta dan peserta sidang menginginkan rekonsiliasi gereja. Bahkan dalam rekomendasi sidang sinode ada satu poin termuat rekonsiliasi gereja. Tetapi, rekonsiliasi semuanya diatur dalam aturan dasar tata gereja. “Memang dalam sidang sinode sudah dibahas dalam rekomendasi salah satunya rekonsiliasi gereja. Tetapi, semuanya harus diatur dalam aturan dasar GMIH”, katanya.
Mengenai dengan pendeta-pendeta yang sudah dipecat dan beralih ke GMIH Pembaharuan, jika mereka mau kembali ke GMIH hasil sidang Buli harus dipulihkan kembali status kependetaan. Bahkan ada beberapa pendeta yang dari GMIH Pembaharuan yang sudah dipecat ketika kembali ke GMIH, mereka dipulihkan kembali di sidang sinode Buli.
“Kalau pendeta yang sudah dipecat dari GMIH, jika mau kembali harus dilakukan pemulihan ulang dalam sidang, bisa jadi sidang majelis (SMS) tahunan yang dilaksanakan pada Februari 2018 di Kao Barat”, ucapnya.
Jadi masalah rekonsiliasi bukan hanya di tingkat pendeta, tetapi warga jemaat yang mau kembali ke GMIH tidak masalah, dan sudah banyak warga jemaat dari GMIH Pembaharuan yang kembali ke GMIH. “Tidak masalah kalau warga jemaat mau kembali ke GMIH, jika pendeta harus melalui sidang pemulihan karena diatur dalam aturan dasar gereja”, kata pendeta asal Buli Haltim ini.
Mengenai dengan keberpihakan sinode GMIH dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Malut 2018 mendatang, dirinya menjelaskan GMIH bukan partai politik, jadi tidak ada yang diarahkan kemana-mana. Bahkan warga jemaat diberikan hak untuk memilih kandidat sesuai dengan hati nurani. “Sinode GMIH bukan partai politik, jadi tidak bisa diarahkan kemana-mana, tetap pada posisi netral dalam Pilgub Malut 2018 mendatang”, singkatnya. >>Karl
