Sukabumi, (MR)
Sekolah Menengah Kejuruan (SMKN) 3 Kota Sukabumi menggelar bursa tenagakerja ( Job Fair) bagi lulusan Sekolah Kanjutan Tingkat Atas (SLTA) negeri dan swasta. Ratusan siswa SMK negeri dan swasta yang baru mengikuti Ujian Nasional (UN) dari sejumlah daerah memanfaatkan bursa tersebut. Bursa juga terbuka untuk kalangan umum.
Sebanyak 21 perusahaan mitra sekolah tersebut ikut dalam kegiatan yang digelar selama satu hari tersebut. Perusahaan diantaranya dari lembaga perbankan, perhotelan , rumah sakit dan biro jasa.
Kepala SMKN 3 Kota Sukabumi, Jajang Priatna mengatakan, Job Fair merupakan perhatian sekolah yang dipimpinnya terhadap para alumni SMK serta pelamar umum untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan ketrampilan masing-masing dengan bertemu langsung tanpa harus datang langsung kantor perusahaan. Perusahaan bisa melakukan rekruitmen secara langsung sementara pelamar juga bisa mengetahui langsung profil perusahaan dan lowongan kerja yang ditawarkan. “Job Fair ini menjadi jembatan untuk meningkatkan kemitraan antara perusahaan sebagai penyedia lapangan kerja dan SMK sebagai penyedia sumber daya manusia,”katanya usai pembukaan bursa, Rabu (13/5).
Dijelaskan, kegiatan tersebut sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak. Perusahaan tidak kesulitan mencari pekerja yang berkualitas dan kompetensi tinggi, sebaliknya, siswa bisa dengan mudah mendapatkan perjaan setelah lulus sekolah. Job Fair juga untuk membantu lulusan SMK memperoleh pekerjaan dengan masa tunggu yang relative pendek. “Pelamar tidak harus lama menunggu untuk mendapatkan kepastian diterima atau tidak diperusahaan yang diinginkan,”katanya.
Penerimaan pekerjaan tersebut, kata Jajang bukan hanya bagi lulusan SMK Kota Sukabumi, tapi juga terbuka bagi lulusan sekolah yang ada di luar daerah. Mereka diberi kesempatan yang sama bersaing dengan lulusan SMK Kota Sukabumi untuk mengisi lowongan pekerjaan. “Pelamar juga ada yang datang dari Kabupaten Sukabumi, Cianjur dan Cimahi,”jelasnya.
Sementara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi mendorong kegiatan tersebut agar lembaga pendidikan membantu penyerapan tenaga kerja sesuai dengan rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2013-2018 yang menekankan penyediaan dan perekrutan 5000 tenaga kerja per tahun. Melalui sekolah, Disdik mencoba membuat terobosan untuk memenuhi target tersebut. Semua SMKN baik yang berbasis teknologi , pariwisata manajemen, otomotif begerak secara cepat untuk menyalurkan lulusannya pada dunia kerja. “Ternyata, adanya intervensi Disdik, penyerapan tenaga kerja melebihi 3000 tenaga kerja pertahun.
Mudah-mudahan penyaluran semacam ini mengurangi angka pengangguran, apalagi Disnaker dibantu OPD melakukan hal yang sama tentu target itu bisa jauh terlampui. Apalagi, semua SMKN melakukan hal yang sama,”kata Kadis Dikbud Kota Sukabumi, H.Dudi Fathul Djawad.
Dijelaskan, penyaluran didiminasi bagi lulusan SMK. Sebab, sekolah kejuruan menitikberatkan pada mata pelajaran ketrampilan, seperti pertukangan lebih diharapkan untuk menjadi tenaga kerja.
Berbeda dengan SMA yang mata pelajarannya lebih dominan bersifat akdemik yang idealnya dipersiapkan untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi (PT). “Intinya, saya tidak ingin lulusan SMK yang tidak melanjutkan ke PT malah jadi pengangguran. Paling tidak, mereka punya pekerjaan sesuai dengan tingkatan pendidikan yang mereka miliki,”katanya. >>Lelly
