GENDERANG pemilihan Kepala Daerah atau Walikota Tanjungpinang Desember mendatang memang belum di tabuh. Namun, riak-riak persiapan menuju pemilihan tersebut sudah terasa.
Dari beberapa calon yang sudah promosi dengan memasang poster-poster di berbagai lokasi strategis itu, belum satupun yang mencalonkan diri sebagai Tanjungpinang II atau sebagai wakil walikota. Tidak diketahui secara pasti, apakah posisi ini bukan posisi penting dalam sebuah pemerintahan. Tetapi bagi seorang Riswandi atau yang lebih dikenal dengan sebutan Iris, lebih memilih menembak posisi tersebut.
Putra daerah, kelahiran Kampung Bukit, Tanjungpinang, 43 tahun lalu, itu menyatakan siap maju mendaftarkan diri bila partai koalisi pelanggi membuka pendaftaran. Kepada Media Rakyat, usai mengembalikan berkas pendaftaran di secretariat Partai Koalisi Pelanggi. Diakuinya kesiapannya mendaftarkan diri sebagai calon wakil walikota Tanjungpinang atas dukungan maupun dorongang rekan-rekannya.
“Saya siap maju mendaftarkan diri bila partai koalisi pelanggi membuka pendaftaran Wawako. Sebagai putra asli Tanjungpinang, saya hanya ingin Tanjungpinang yang lebih baik. Keinginan untuk maju ini bukan kehendak dari diri saya melainkan desakan dan dukungan dari teman-teman,” ringkasnya.
Sebagai wakil ketua PD- KB PP Polri Provinsi Kepulauan Riau untuk wilayah Tanjungpinang dan Bintan menurut, Iris, memang belum cukup baginya untuk menjadi pemimpin. Tetapi setidaknya pengalaman dalam organisasi membuatnya bisa menakar kemampuan. Dan dengan masuk dalam sebuah organisasi, ia pun bisa melihat sejauh apa kesetiaan seorang teman.
Setelah melihat bursa calon yang akan maju menuju Kursi Tanjungpinang I, Iris, melihat belum ada yang mau mencalonkan diri sebagai wawako. Tetapi hal itu tidak membuatnya kecil hati, justru sebaliknya membuatnya bersemangat. “Sampai sejauh ini, yang saya tahu partai koalisi belum membuka krannya untuk pendaftaran calon walikota maupun wakil walikota.
Anak ketiga dari 6 bersaudara ini percaya pada garis nasib. Meski secara nyata untuk mewujudkan mimpinya sesuatu yang dirasa jauh, tetapi bila yang diatas berkehendak lain maka hal tersebut tidak lagi bisa ditawar-tawar. “Kalau ditanya siap, saya sudah siap. Semua saya kembalikan kepada yang diatas, kalau memang ini garis nasib saya akan menjalaninya. Seandainya pun ini bukan jalan saya, tidak ada masalah. Yang penting niatnya,” pungkasnya.
Pilihannya memilih jalur Partai Koalisi Pelanggi memang sangat klise. Dari sudut pandangnya, partai gabungan dari beberapa partai tersebut merakyat. “Saya dari rakyat biasa, tentu mencari jalur yang juga merakyat, klopkan. Doakan saja semoga semuanya bisa berjalan dengan baik, pemilihan pemimpin Kota Tanjungpinang tahun ini berjalan jujur, adil, aman dan sukses,” himbaunya.
Pembukaan pendaftaran hari pertama, tanggal 5 Maret 2012, sebanyak 8 orang sudah mengambil formulir. Tetapi baru Riswandi atau Iris yang siangnya langsung mengembalikan berkas/ formulir pendaftaran. Jadi pihaknya belum bisa menjelaskan berapa orang yang mencalonkan diri sebagai Cawako maupun Cawawako.
“Yang mengambil formulir pendaftaran sampai sejauh ini ada 8 orang. Fauzi Saleh, Riswandi, Dodik Martinus dari kalangan pengusaha, Dedy Stefano mewakili buruh, Haji Azhar dari kalangan politik. Kemudian ada Drs. M Abduh, dari akademisi, Simon Awan Toko dari tokoh masyarakat Nasrani dan ada dari Putra Melayu Sejagad, Abdullah Mustafa,” jelasnya. >>Lanni

