Natuna, (MR) – Hari Kedua, kegiatan STQ, di Kabupaten Natuna, diwarnai insiden yang tidak diinginkan.Pasalnya,hujan lebat disertai angin kencang melanda kawasan masjid agung Natuna. Akibatnya astaka Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) menjadi korban keganasan terjangan puting beliung.
Taufik ismail, yang berada dilokasi kejadian menuturkan, dahsyatnya terjangan angin puting angin puting, disertai hujan petir, telah meluluklantakkan, arena pertandingan STQ, Natuna. Akibat kejadian itu, sejumlah kafilah dan petugas di areal STQ berhamburan. Menyelamatkan Diri.”
Kejadian ini berlangsung kurang lebih 5 menit, akibatnya banyak posko dan warung pedagang rusak parah. Diperkirakan angin puting beling terpusat di kawasan masjid agung.
“Kejadiannya sekitar pukul 11 lewat bg, berbarengan dengan hujan lebat tadi. Lumayan lama juga, ada sekitar 5 menitan. Kami cukup kaget karena kejadiannya datang tiba-tiba”.
Salah satu anggota Satpol PP Natuna bertugas dilapangan, Musa Al Bakri mengatakan, tenda tenda dihalaman masjid agung sempat terangkat sebelum akhirnya tumbang. Kursi berserakan ditiup angin. Tenda pedagang juga hancur, termasuk meja dan lemari.meski kejadian sekitar lima minit, namun suasana sangat mencekam. Mereka yang berada di bawah tenda lari menyelamatkan Diri.
Ketua pelaksana STQ Natuna ke IX, Syaripudin mengatakan, waktu kejadian ia sedang rapat di kantor bupati. Setelah mendapat kabar dari petugas di lapangan, ia langsung meninjau ke masjid agung.
Kendati banyak yang rusak, Syaripudin mengatakan tidak akan mengganggu jadwal perlombaan. Untuk kegiatan yang dilaksanakan di Asataka akan dialihkan kedalam masjid.
“Tadi waktu kejadian, saya lagi rapat di kantor bupati, setelah dapat informasi, kiriman foto, saya langsung turun. Kalau dampaknya pasti ada, tetapi tidak akan menghambat acara yang sudah dijadwalkan”.
Pihaknya tidak akan melakukan perbaikan lagi terhadap kerusakan astaka, mengingat waktu pelaksanaan STQ tinggal satu hari. Tetapi untuk mengisi itu, kita manfaatkan fasilitas yang ada , terpenting jadwal STQ tidak molor.
Beruntung, waktu kejadian tidak ada perlombaan sedang berlangsung di astaka, sehingga tidak menimbulkan korban. Rencananya, penutupan juga akan digelar di dalam masjid agung.
Pantauan koran ini dilapangan, kuatnya terjangan angin membuat salah satu pohon didepan mesjid, terangkat hingga akar akarnya. Puluhan warung pedagang rusak parah, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Saat ini petugas sedang merapikan kursi dan tenda, guna dipergunakan kembali. >>Roy
