PTSL Desa Setiaasih Disinyalir Dijadikan Ajang Bisnis Oleh Para Oknum Pemdesnya

Bekasi, (MR) – Program Pembuatan Tanah Systematik Lanjutan(PTSL) di Desa Setia Asih Kecamatan Taruma jaya Kabupaten Bekasi jadi perbincangan masyarakat,Pasalnya ketika di sambangi salah satu warga yang enggan disebutkan namanya di Desa tersebut oleh awak media ini,menyampaikan “bahwa dalam program PTSL  di jadikan ajang bisnis oleh aparatur Desa”,Paparnya, (16/05/2020).

Berdasarkan hasil Investigasi team Lembaga Swadaya Masyarakat Komite Anti Mafia Peradilan dan Korupsi Republik Indonesia (LSM KAMPAK-RI) yang saat ini sudah kami kaji, terkait program PTSL untuk pembuatan sertifikat belasan bidang tanah terdapat kebijakan di Desa Setia Asih Kecamatan Taruma Jaya Kabupaten Bekasi yang kami duga telah terjadi pungli mencapai Milyaran rupiah.
ini sangat merugikan kita semua, setelah di analisa dan kajian kami selesai, segera akan kami tingkatkan tahap penyikapannya, dan bahkan sampai kepelaporan seperti halnya CV.Bangun Sejati Mandiri yang sudah resmi dilaporkan  kepada penegak Hukum (15/05/2020).
Indra Pardede, selaku Sekjend LSM KAMPAK-RI saat dijumpai dikantornya oleh awak Media Rakyat diGrand Galaxi Kota Bekasi menyampaikan, Saat ini masih banyaknya Pekerjaan di Kota Bekasi ditengah kondisi keuangan APBD Kota Bekasi yang defisit, banyaknya pekerjaan yang belum bisa dinikmati masyarakat secara maksimal, yang didasari oleh mutu dan kualitas kontruksi jauh dari perencanaan yang sudah didesain sedemikian bagus, namun fakta dilapangan dikerjakan terkesan asal-asalan (asal jadi).
Ini sangat berbahaya mengingat uang Negara juga uang rakyat, melihat adanya indikasi potensi kerugian Negara, maka kami laporkan secara resmi dan tinggal kita lihat pembuktian Hukumnya, sehingga menjadi preventif kedepan,”Tutur Bang Indra sapaan akrabnya.
Lanjut Indra, seyogianya masyarakat jangan sungkan atau ragu dalam melakukan kritisi hingga melaporkan apabila ditemukan adanya dugaan korupsi baik dalam pelaksanaan pembangunan, pengambilan kebijakan dan ketetapan oleh para oknum pejabat, karena korupsi adalah musuh Kita bersama,”Tegasnya.
Sambungnya, Seperti hal pembangun Infrastruktur yang dilaksanakan oleh pemerintahan pusat dan daerah,sangat diharapkan mampu dilaksanakan secara maksimal, mengingat pembangunan Infrastruktur menjadi bumbu utama dari pertumbuhan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat untuk mampu menjadikan masyarakat secara luas mampu melaksanakan kehidupannya secara mandiri dan sejahtera.
Namun pada pelaksanaannya, banyak sekali oknum-oknum yang memanfaatkan kesempatan untuk mengeruk keuntungan Pribadi, terjadinya main mata dan kolaborasi negatif oleh oknum baik dari kontraktor maupun Birokrat, sehingga sangat berdampak kepada mutu dan kualitas Pembangunan yang secara Otomatis berdampak kepada pelayanan yang dinikmati masyarakat.”Tandas bang indra.
Hal senada di sampaikan oleh,Dedi Rahmadi dari salah satu Penggiat Anti Korupsi Bekasi menyampaikan,sangat prihatin banyaknya kasus korupsi setiap tahunnya dibekasi, setiap Tahun Anggaran baik APBN maupun APBD yang dialokasi di Bekasi, dengan nilai yang sangat fantastis apabila dilakukan berbanding lurus antara penyerapan dan realisasi pekerjaan, akan sangat menguntungkan bagi masyarakat, sangat berpengaruh kepada pelayanan, kepada masyarakat untuk meningkatkan kehidupan perekonomian dan kesejahteraan ditengah Musibah pademi wabah virus corona ( COVID-19 ) yang masih membuming.
Dapat kita lihat secara jelas bahwasanya masih banyaknya masyarakat Bekasi yang tingkat kesejahteraannya masih dibawah kategori makmur, mengingat masih banyaknya yang membutuhkan bantuan dan uluran tangan, semoga ini menjadi perhatian atau peringatan keras bagi birokrasi pemerintahan dan para stakeholder untuk lebih serius memajukan kesejahteraan masyarakat Bekasi kedepannya”,Pungkasnya. (Bemo)

Related posts