Ternate Maluku Utara (MR)
Pada tahun angaran 2009/2010, Pemerintah Kabupaten Halmahera timur melalui Dinas perhubungan Halmahera timur,mengalokasikan anggaran ber sumber dari APBD senilai 700 juta untuk pengadaan dua speed boat lengkap dengan 4 buah mesin 40Pk. Namun Hingga bulan juli 2011 proyek tersebut belum di realisasi oleh pelaksana proyek yang dimenangkan oleh CV. Gamalputra di Ternate .
Direktur CV. Gamalputra Hidayat Sjah saat di temui Media Rakyat beberapa waktu lalu di tempat kerjanya di Jl.raya Mangga Dua mengatakan “kedua speed boat yang saya tangani itu salah satunya sudah dikirim ke Halmahera Timur dengan kondisi tanpa mesin pada akhir 2010. Dan yang satu lagi masih berada di lokasi pembuatan yang bertempat di Kayu merah, Ternate selatan. Mengapa belum selesai, karena problem produksi mesin di Jepang yang masih terlambat hingga kini. Sudah ada beberapa orang dari Kejaksaan dan LSM yang datang menanyakan masalah ini, namun saya katakan tolong kasih saya waktu hingga bulan depan 2011 ini,” jelasnya
Sementara itu Informasi yang di himpun Media Rakyat (16/7) melalui Emi Husen selaku pemilik perusahaan produksi speed boat yang berlokasi di Kayu Merah,Ternate selatan mengaku bahwa “kedua speed boat yang di beli Dayat (direksi CV. Gamalputra-red) pada 2009 memang telah rampung akhir 2010 kemarin, satunya telah di kirim ke Halmahera Timur tanpa mesin namun yang satunya tidak dibayar jadi kami tahan dan sekarang sudah dijual. Karena saat dikoordinasi Dayat janji akan memesan lagi jadi jual aja dulu” kepada Media Rakyat Emi Husen juga mengatakan kedua speed boat yang dibeli itu seharga Rp 157.200.000,- karena satu Speedboat kami jual Rp 78.600.000,- dengan panjag 7 meter .Ujarnya
Di tempat terpisah, Ketua program pengadaan speed boat dinas perhubungan Halmahera Timur, Jufry saat dihubungi Media Rakyat melalui handphone beberapa waktu lalu memberikan informasi “proyek tersebut penanggung jawabnya adalah kontraktor pemenang tender yaitu CV.Gamalputra di Ternate”.
Jufry juga membantah “ persoalan ini tidak ada kaitanya dengan saya, saya hanya selaku ketua program dan pemeriksa kelengkapan administrasi. Hanya sebatas itu saja, jangan hubung-hubungkan dengan saya,” kata Jufry . (Gun)
