Ratusan Millyar Dana Sudah Terkucur Proyek Tak Kunjung Selesai
Natuna, (MR)
Menindak lanjuti pemberitaan Media rakyat edisii 384, berjudul, Proyek empuk bendungan kalrik Dipertanyakan, membuat sejumlah kalangan angkat bicara. Pasalnya proyek yang ditenggarai tidak punya masterplant ini , disinyalir ajang untuk mendapatkan keuntungan semata. Soalnya, sejak dikerjakan, hingga tahun ini,proyek abadi bendungan klarik, telah menghabiskan dana APBN, ratusan juta rupiah.Namun hasil dari pekerjaan belum ada mampaatnya bagi masyarakat Natuna, khususnya warga klarik.
Tidak tanggung –tanggung, Wakil Bupati Natuna Imalko, turut prihatin atas pelaksanaan pembangunan bendungan iringasi desa Klarik. Menurutnnya, proyek tersebut dari awal sudah salah. karena, tidak tampak masterplannya. Hal tersebut berdampak buruk bagi daerah. Karena dana yang sudah terkucur dari Pusat sudah ratusan millyar, tapi hasilnya belum ada. Coba diperhatikan. Jika proyek ini punya masterplant yang jelas, sudah pasti pembangunannya tidak “sembraut”. Saya berani berkata demikian, karena pakta lapangan kok bisa dibangun dua bendungan ditempat yang sama? kata sang Putra daerah ini penuh tanya.
“Bendungan satu dibangun, lalu ditinggalkan, kemudian dibangun lagi bendungan baru, ini artinya ada ketidak beresan dalam perencanaanya. Mirisnya lagi, selama proyek ini dibangun, belum pernah daerah dilibatkan, sehingga timbul kecurigaan, bahwa proyek tersebut, dibangun hanya untuk mendapatkan keuntungan semata. Jika bendungan pertama tidak dimampaatkan , apakah ini bukan merugikan negara.Kita tidak ingin Pusat berprasangka, Kabupaten Natuna banyak terima anggaran dari Pusat, namun tidak ada juntrungannya. Saya katakan pembangunan bendungan pertama, dipastikan bermasalah, dan layak untuk diusut.
Maunya kedepan, Kita punya keinginan setiap proyek dari Pusat, tolong daerah dilibatkan, agar pegawasan dalam pembangunan itu bisa berjalan maksimal. Selain itu harus punya masterplant, berapa lama pekerjaana, sehingga tidak terkesan menghambur-hamburkan uang rakyat. Kita ingin aparat hukum, menyelidiki, agar pembangunan proyek bendungan irigasi,tidak menjadi bahan gonjingan, melainkan permasalahan bisa terang benderang.
Sementara sumber media rakyat lainnya membenarkan jika proyek bendungan irigasi kalarik merupakan proyek empuk dan banyak untung. Proyek abadi dari tahun 2006 hingga sekarang ini, dapat dipastikan telah menelan anggaran ratusan millyar. Proyek kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat, Direktorat Jennderal sumberdaya air, pelaksanaan jaringan sumberdaya air Sumatra, Kepulauan Riau “ bermasalah”. Entah sampaikan kapan kucuran dana terus dilakukan untuk pelaksanaan pembangunan irigasi ini.Selama sepuluh tahun Pemerintah Pusat telah mengalokasikan anggaran pembangunan irigasi Desa klarik tapi ending pekerjaan tak tentu arah.Hal tersebut membuat warga klarik resah. Proyek ini, bisa dikatakan pemborosan uang rakyat,
Hasil investigasi sementara wartawan koran ini, proyek tersebut dimulai tahun 2006-2007 dikerjakan oleh Murta silin (Almarhum) Saya tak ingat lagi PT apa yang mengerjakan, dan anggaranya berapa, ucap sumber. Tahun 2008-2009 oleh PT PKB (Purna Bakti Karya Bintang. 2010-2011PT Alpa.2012-2016 PT Benteng Indo Raya. Mereka inilah yang telah men dapatkan tender tahunan pro yek itu. Konon kabarnya, pada tahun 2008, pekerjaan proyek ini sudah pernah diberitakan, namun tidak ada respon dari aparat hukum.Susah bos percuma diberitakan tak bakal direspon, tapi coba aja, mana tau koran andakan nasional, wartawannya banyak di Pusat, jadi bisa dikejar, celutuk salah satu rekan wartawan.Benarkah ada orang kuat dibalik proyek bendungan irigasi Klarik? Diuji nyali aparat penegak hukum untuk menyelidiki Proyek Irigasi Klarik sampai tuntas.
Sebelumnya, Anggota komisi I DPRD Natuna secara tidak sengaja berkunjung ke bendungan Irigasi. Raja Marzuni heran, melihat bentuk desain bangunan bendungan tidak seperti bendungan di desa Tapau Kecamatan Bunguran Tengah. Kok bisa ada dua bendunganya ucap wakil rakyat itu penuh tanda tanya. “Nanti coba kita tanyak dinas PU, desain bendung Kelarik ini seperti apa,” paparnya.
Sementara itu Camat Bunguran Utara, Izhar menyebutkan, pembangunan bendungan Kelarik akan selesai tahun 2017, oleh karena itu masih ada lanjutan, sampai akhir tahun 2017. Semoga saja bisa selesai, sehingga warga di Kecamatan Bunguran Utara bisa memanfaatkan air irigasi tersebut untuk berbagai keperluan seperti bercocok tanam dan kebutuhan air bersih,” kata Izhar.
Akan tetapi, terkait kondisi struktur bangunan yang mulai retak, Izhar mengaku tidak mengetahui kenapa banyak retakan-retakan pada dinding bendung. “Jika sudah dipungsikan bisa jadi dinding bendungan bakal jebol, karena tidak sanggup menahan tekanan air.Ini bisa berbahaya dan harus diperbaiki. Jika dilihat dari kasat mata, retaknya pundasi kemungkinan besar faktor tanah belum padat sudah dibangun, atau campuran semen kurang serta memakai pasir padang, yang seharusnya pasir sungai. Hinga berita ini diturunkan belum ada satupun yang dapat dikonfirmasi dari pihak rekanan maupun pengguna anggaran. >>Roy
