Promosi Program Eliminasi Filariasis Oleh Dinas Kesehatan

Dinas 1Kotabaru, (MR)
Sosialisasi MDT Belkaga Filariasis (Penyakit Kaki Gajah) Kegiatan Pelayanan Dan Penanggulangan Penyakit Me nular Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan Tahun 2015, Rabu (07/10/15)

Acara sosialisasi MDT Belkaga promosi program eliminasi Filariasis bertempat di Meeting Room Hotel Kartika di hadiri oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bidang P2PL, Dinas Kesehatan Kotabaru, Polres, Kodim 1004, Kementrian Agama, Dinas Pendidikan, SKPD, tokoh masyarakat dan lain-lain di Kotabaru.

Promosi Program Filariasis Penyakit Tropis yang terabaikan: 1. Penyakit Infeksi; 2. Dampak ke : orang miskin; 3. Negara Berkembang; 4. Pengendalian penyakit hanya fokus pada HIV/AIDS dan malaria.

Promosi Penyakit Eliminasi Filariasis (Penyait Kaki Gajah): a. penyakit menular menahun, disebabkan oleh cacing filaria dan ditularkan melalui nyamuk; b. Tersebar hampir di seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia; c. Menimbulkan kecacatan menetap, sigmasosial, hambatan psikologis dan erugian eonomi; d. Menurunkan kwalitas SDM, Eiminasi Filariasis Kommitmen Internasional WHA Resolution 1997 WHO Global Commitment, 2000. H.Benny Rahmadi.SKM. M.Kes Kabib P2PL Provinsi Kalimantan Selatan Mengatakan, “Untuk keberhasilan program ini harus dilaukan berbagai upaya terutama promosi kesehatan secara keseluruhan, kebijkaan Nasional proses diharapkan dapat berfungsi sebagai acuan bagi penyelenggara kegiatan promosi kesehtan baik provisi maupun Kabupaten serta pihak-pihak yang berkepentingan lainnya seperti LSM,Organisasi Profesi dunia usaha.

“Kita ingin memberikan Inpormasi kepada setekorder khusus di Pemerintahan Kabupaten Kotabaru bahwa kita akan melaksanaan yang nama nya POPMI (Pemberian Obat Pencegahan Masal ) penyakit Filariasis Kabupaten,untuk kabupaten Kotabaru ini sudah melakukan POPMI tahun 2008 kemaren sampai 5 tahun, sehingga di tahun 2012 dan hasil epoluasi dari Kementrian Kesehatan itu masih belum optimal sehingga ada perlu penambahan lagi untuk meningkat kan lagi daya tahan tubuh masyarakat khususnya terhadap penyakit Filaria ini.

Kata Benny, “Di Kabupaten Kotabaru adalah salah satu dari 8 Kabupaten Kalimantan Selatan yang angka Mikro Filariaitu lebih 1 %, ini berarti bahwa Kotabaru tingkat menular itu tinggi upaya-upaya langkah yang harus di lakukan ada 2: kunci pertama pemberian obat,pencegahan masal untuk penyakit Filaria ini.

Lanjut Benny, “langkah-langkah pendekatan menginformasikan dan sosialisasi dalam pelaksanan promosi Kesehatan eliminasi filariasis kepada Pemerintah Daerah, Dinas Kesehatan, TNI, Kepolisian, Dinas Pendidian, dan mengadakan pertemuan dengan dinas atau instansi terkait agar mereka mendapat Inpormasi awal bahwa kita melaksanan pemberian obat pencegahan masuk filaria.

Akhmad Ruyani.SKM.MM kasi pengadalian pengobatan penyakit Dinas Kesehatan Kotabaru mengatakan, “Nanti kita adakan rapat dan sosialisasi hingga sampai ke tingkat Kecamatan sampai desa lintas sektor, penyakit kaki gajah dari 5 Tahun udah berkurang. Hasil surpei 2000 orang kita ambil itu cuma 1 yang positif di bawah 1% mekro filaria, atas dasar itu di pepolosi oleh Pusat tidak menyerahkan ke kita, karena itu harus ada badan yang berkopoten itu adalah perpanjangan tangan WHO, karena data kita masuk ke WHO karena untuk mendapatkan sertipikasi bahwa Kabupaten Kotabaru bebas Filaria itu dari evaluasi yang di laksanakan oleh Pusat bersama Kabupaten,provinsi juga lintas yang terkait dengan berhubungan penyakit Filaria ini.

Lanjut Ruyani, “Dari hasil evaluasi dari 30 sekolah Dasar di Kabupaten Kotabaru itu di temukan 22 orang yang positif, sementara ambang batas ada 18 orang. >>Hasan

Related posts