Tidore Kepulauan, (MR)
Dinas pertanian Kota Tikep saat ini tengah memprioritaskan sentra pengembangan produksi hasil pertanian di dua wilayah transmigrasi yakni koli kosa dan maidi.
Menurut kepala dinas pertanian kota tikep Imran Jasin, SP untuk koli kosa ditetapkan sebagai zona pengembangan produksi pertanian berupa bawang, merica, dan tomat serta buah jeruk. Selain koli kosa wilayah maidi dan sekitarnya ditetapkan sebagai zona produksi pertanian tanaman pangan yakni buah naga.
Diwawancarai MR Imran mengakui produksi hasil pertanian didua wilayah tersbut sangat melimpah namun infrastruktur pendukung seperti jalan dan jembatan sangat tidak memungkinkan. “petani disana memiliki hasil panen yang cukup melimpah namun mereka kesulitan memasarkan hasil pertanian karena akses transportasi”. Ungkapnya pada MR. kaitannya dengan pasar Imran mengaku tidak terlalu sulit. “pasarnya sudah jelas yakni ternate dan weda untuk produksi petani tersebut” tambahnya.
Selain fokous pada sentra transimigrasi tersbut, Dinas Pertanian Tikep juga menetapkan pulau tidore sebagai sentra produksi Barito (bawang, rica, dan tomat) yang dibagi menjadi tiga kawasan pengembangan yakni kecamatan tidore, tidore timur dan tidore utara.
Guna lebih memacu produktifitas dan SDM para petani pihaknya saat ini juga focus melakukan penataan kelembagaan petani dan penyuluh. “kita berharap managemen SDM yang baik dikalangan petani akan bisa merubah mindset pemikiran petani dari cara-cara tradisional ke cara-cara modern. Upaya ini harus didukung oleh kapasitas penyuluh yang handal, karena penyuluh berperan penting sebagai ujung tombak programnya pemerintah dibidang pertanian, tutupnya kepada MR >>Ateng-Saleh
