Populasi Lobster di Gunung Kidul, Terancam

Gunung Kidul,(MR)

Penangkapan lobster secara berlebihan di perairan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengancam populasi udang jenis itu. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunung Kidul Bambang Sudaryanto di Wonosari, Sabtu (22/10) mengatakan populasi lobster di perairan laut kabupaten itu semakin berkurang dalam delapan tahun terakhir.

Ia mengatakan eksplorasi atau penangkapan lobster secara berlebihan selama ini mengancam keberadaan udang jenis itu, karena nelayan belum mampu memilah lobster yang seharusnya dibiarkan berkembang biak. “Nelayan banyak yang menangkap lobster yang masih kecil dalam jumlah banyak, sehingga menghambat perkembangbiakannya,” katanya.

Ia mengatakan lobster yang diambil nelayan saat ini beratnya mengalami penurunan drastis. “Berat lobster rata-rata hanya satu ons, padahal beberapa tahun lalu bisa mencapai setengah kilogram,” katanya.

Menurut dia, lobster pertama kali ditemukan nelayan di perairan Gunung Kidul pada 1982. Harga jual lobster yang tinggi menyebabkan nelayan menangkapnya secara berlebihan. Selain karena penangkapan secara berlebihan, populasi lobster semakin menurun akibat perubahan iklim dan pencemaran air laut.

Pada 2007 nelayan kapal besar di perairan Gunung Kidul mampu menangkap 20 hingga 30 kilogram (kg) lobster. Namun, pada 2010 nelayan hanya mampu mendapatkan 3 kg.>> Suratno

Related posts