Jatim Siapkan Pabrik Gula Baru Menuju Swasembada Gula 2014

Jatim,(MR)

Sebagai penghasil gula Kristal putih (GKP) terbesar di Indonesia Jawa Timur membe-rikan kontribusi  sebesar 44-50 persen terhadap produksi gula total di Indonesia. Dari 62 pabrik gula yang tersebar di Indonesia 31 terdapat di Jawa Timur,  yang menyerap tenaga kerja yang cukup besar baik di tingkat on farm (tanaman) maupun tingkat off farm (pabrik gula) sehingga mampu memacu pertumbuhan ekonomi.

Meskipun menduduki pe-ringkat pertama penghasil gula di Indonesia namun sampai saat ini wacana menuju swasembada gula tahun 2014 masih perlu di kaji lebih jauh lagi. Tahun 2010 produksi gula nasional 2,29 juta ton sedangkan tingkat kosumsi mencapai 5,01 juta ton sehingga memerlukan impor gula sebesar 54 persen. Tahun 2014 kebu-tuhan gula diprediksi meningkat 5,7 juta ton yang diperkirahkan berasal dari gula Kristal putih 2,96 juta sedangkan gula Kristal rafinasi sebesar 2,74 juta ton.

Untuk menuju swasembada gula tahun 2014 yang memer-lukan 5,7 juta ton gula diperlu-kan total kapasitas giling 409.136 TCD, diperlukan pem-bangunan pabrik gula guna meningkatkan kapasitas sebe-sar153.412 TCD, untuk meme-nuhi kebutuhan tersebut menu-rut Ilyas Kabid agro kimia dinas perkebunan Jatim diperlukan pembangunan sekitar15 pabrik gula baru, sebagai penghasil gula terbesar pemerintah pusat berharap Jatim bisa menambah kapasitas pabrik gula sebesar 20.000 TCD atau sebanyak 3 pabrik gula lagi.

Saat ini  ada beberapa calon investor yang akan memba-ngun pabrik gula di Jatim yakni PT Permata Tene yang berlokasi di Probolinggo, PT gula di Lamongan, PT Kebun tebu mas di Lamongan, PT Kencana gula manis dan PT RNI di Malang, dari tiga investor tersebut yang  mendapat rekomendasi  dari Ditjenbun PT Gula di Lamongan namun lokasi pabriknya dipin-dahkan ke Mojokerto karena saat kajian AMDAL debit airnya kurang jika di bangun di Lamongan.

Rencana pembangunan pabrik gula baru (PG) harus memperhatikan beberapa hal yakni, PG harus memiliki tanaman tebu sendiri sebagai penyangga sekitar 60 persen, PG tidak boleh mengolah bahan baku impor harus mengolah bahan baku lokaldari tebu pe-tani, harus membangun pabrik dengan potensi rendemen lebih besar dari 10 persen, tidak mengambil tebu dari wilayah PG yang sudah ada sebelumnya dan bekerja sama dengan baik dan bersaing secara sehat dengan PG yang telah ada.

Disisi lain menurut Ilyas swasembada gula tahun 2014 tidak akan terwujud jika masih terjadi penurunan produktivitas dan kinerja, untuk itu industri gula Jatim melalui dinas per-kebunan akan melakukan revi-talisasi dengan tujuan mening-katkan daya saing industry gula di Jatim, mendukung tercapai-nya swasembada gula nasional dan mendukung tercapainya program kemandirian pangan dan energi, meningkatkan kese-jahteraan petani, meningkatkan lapangan kerja dan menghemat devisa Negara. >> FIKA

Related posts