PLSBSB Memutus Mata Rantai Kekerasan Di Sekolah

SMP Negeri 8 Ciamis Siswa Siswi Didik Baru Sedang Diberikan PengarahanCiamis, (MR)
Hari ini akan dapat dijadikan sejarah tonggak kebangkitan pendidikan indonesia dengan tajuk “putus Rantai kekerasan di sekolah”orang tua siswa baru tidak lagi di hinggapi rasa ketakutan akan terjadinya ( MOS) terutama di level SMP dan SMA, kementrian pendidikan & kebudayaan RI telah mengeluarkan peraturan baru mengenai (MOS) dengan peraturan menteri (permendikbud) nomer 18 tahun 2016 tentang pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru (PLSBSB).

Dengan adanya perubahan nama tersebut di harapkan dapat mengubah paradigma masarakat luas mengenai pelaksanaan mos yang di kenal dengan banyak perpeloncoan dan terjadi pelanggaran. Hal senada diungkapkan Lutvia Rahmatin selaku tim pemantau LPMB Jawa Barat ketika di temui MR di salah satu smp Negeri 8 Ciamis.
Diungkapkan, Kita mendapatkan intruksi dari pusat bahwa kita diminta untuk memantau pelaksanaan MPLS. Apakah sudah sesuai mengikuti petunjuk dari permendikbud nomor 18 tahun 2016 tentang perkenaan siswa baru. Kalau misalnya melanggar dari aturan ada teguran secara lisan maupun secara tertulis, pasal-pasalnya di permendibud tertera, antaranya larangan pemakaian atribut sudah tercantum sangat rinci.

Kemudian Kemendigbud membuka pusat aduan bagi masarakat , misalnya ada hal-hal yang mungkin dianggap menyimpang misalnya perpeloncoan masyarakat bisa langsung melaporkan. Diharapkan tujuan dari MPLS itu tercapai bagaimana pengenalan sekolah untuk siswa baru. Kemudian bagaimana pembetulan budi pekerti dan pihak sekolah hasilnya sosialisasikan kepada masyarakat maksimal 7 hari setelah pelaksanaan MPLS, tegasnya.
H.Agus supriatno selaku Wakasek kesiswaan SMP Negeri 8 Ciamis ,mengatakan memang banyak sekali kehawatiran di pihak pemerintah terkait dengan (perpeloncoan) dan saya sudah membaca draftnya terkait dengan larangan larangan yang tidak boleh di laksanakan oleh sekolah terhadap siswa baru.

Memang waktu tahun kemarin perlakuan siswa dari para seniornya meskipun tidak berlebihan mereka membuat tugas yang neko-neko terangnya, seperti tali sepatu yang satu merah yang satu kuning, dan tas dari kantong kresek. Kemudian siswi harus pake pita warna-warni dijilbanya dan dengan adanya peraturan baru ini pihak kami masih mengakomodasi keinginan-keinginan mereka dengan tugas-tugas dan menseleksi selama 3 hari dan 3 hari lagi pemberian materi dan pengenalan exstrakulikuler dan pengembangan diri selanjutnya siswa baru smp Negeri 8 yang tercatat sebanyak 148 siswa. Alhamdulilah mereka semua sudah memperhatikan tentang juklak-juknis yang harus di lakukan agar supaya tidak terjadi huru-hara kalau ada payung hukumnya kita berjalan enak, ungkap H.Agus. >>Hr

Related posts