Bombana, (MR)
Petani di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, khususnya yang bersawah di Lemboea dan Tosui mengeluhkan kondisi jalan yang belum bisa dilalui angkutan umum.
Lemboea, salah satu dusun di Desa Rompu-Rompu, Kecamatan Poleang Utara, sedangkan Tosui terletak di Kelurahan Bambaea, Kecamatan Poleang Timur. Pangkal jalan Lemboea-Tosui bertemu dengan jalan nasional, yakni di Rompu-Rompu dan Bambaea.
Petani di kedua dusun ini kesulitan saat panen padi tiba, karena jalan tersebut hanya bisa dilalui kendaraan pengangkut gabah yang dirakit khusus, yang terkenal dengan nama Motor Taksi.
Meski biayanya cukup mahal, namun petani terpaksa harus menggunakan jasa motor taksi sebagai satu-satunya kendaraan alternatif. Biayanyapun cukup meroket, yakni Rp.10. 000 hingga Rp.50.000 per karung. “Ini merupakan salah satu keluhan para petani,” kata salah seorang petani yang enggan ditulis namanya kepada Media Rakyat di sela-sela lomba balap motor taksi, awal November lalu.
Terkait dengan itu, Tajuddin, S.IP, salah satu Ketua Kelompok Tani, mengharapkan pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran pembangunan jalan usaha tani di jalur tersebut, agar petani tidak kesulitan mengangkut segala hal yang terkait dengan aktifitas bertani mereka.
“Mudah–mudahan Pemerintah Daerah bisa memperhatikan kesulitan petani itu dengan mengusahakan jalan Usaha tani dari Lemboea ke Tosuoi, supaya para petani dengan mudah mengangkut gabah, pupuk dan kebutuhan lainnya keluar masuk sawah,” kata Tajuddin di arena balapan motor Taxi.
Sementara itu, Sekretaris Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Bombana, Jamal, mendesak Pihak Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, agar segera memperhatikan keluhan petani di dua dusun tersebut.
Menurutnya, Jalan Usaha Tani sangat dibutuhkan petani dalam mendukung usaha tani mereka, sekaligus dalam rangka mendukung program swasembada pangan yang diprogramkan pemerintah. “Biar panen melimpah, kalau jalanan tidak ada, maka hasilnya juga menjadi nihil karena petani habis di ongkos angkutan,” tegas jamal kepada Media Rakyat yang dihubungi via ponsel, Jum’at (9/12). >>Hz
