Bandung,(MR)
BERAS merupakan bahan pokok masyarakat Indonesia umumnya dan Jawa Barat pada khususnya, seiring tingginya laju pertumbuhan penduduk, kebutuhan akan beras pun terus meningkat. Sebagai Propinsi penghasil beras terbesar di Indonesia, Jawa Barat di Tahun 2011 menurut BPS, sebesar 11.633.891 Ton GKG hal tersebut di utarakan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam sambutannya, yang di bacakan Kepala BKPP Wil II Purwakarta Dedi Mulyadi, Dalam acara Panen padi sawah kelompok Tani Makmur di Desa Citalang Kabupaten Purwakarta.
Ditambahkannya, Dengan Penduduk sebanyak 43.857.134 jiwa, dengan konsumsi beras sebanyak 94,33 KG/kapita/Tahun, Jawa Barat masih surplus beras 2,2 juta ton, sebenarnya Jawa Barat di Tahun 2011 sudah swasembada beras, namun karena sebagian besar penduduk Indonesia mengkonsumsi, dan sebagai sentra padi Propinsi Jawa Barat di tuntut untuk terus meningkatkan produksinya seiring bertambahnya jumlah penduduk.
Dalam pelaksanaan peningkatan produksi padi program surplus 10 juta ton dan Jawa Barat dibebani 20-30%, sampai saat ini pada tahun 2012, pihaknya masih di fokuskan pada penerapan sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PPT) yang dibiayai APBN dana Dekonsentrasi yang telah di mulai sejak tahun 2008 dan telah terbukti berhasil dalam meningkatkan produksi padi 0,5-1 Ton /ha padi inbrida dan 1,5 -2,5 Ton padi Hibrida. Dalam penggunaan benih Varietas Unggul Baru (VUB) pada pelaksanaannya SL-PPT sangat menentukan keberhasilan untuk mendukung benih VUB yang lebih baik, terangnya.
Sejak tahun 2010, pihaknya telah melepas Varietas benih padi unggulan Jawa Barat yaitu Varietas Pakuan (INFARI 14), Parahyangan (INFARI 15), serta Pasundan (INFARI 16). Varietas ini selain dapat berproduksi tinggi juga rasanya sangat pulen dan dapat lebih tahan terhadap OPT dan Varietas varietas tersebut saat ini telah di kembangkan oleh Diperta Propinsi Jawa Barat, “Dan Insya Allah pada kesempatan ini kami akan membagikan Varietas unggulan ini kepada petani penangkar benih padi se Jawa Barat, untuk dapat di tanam dan berkembang dengan tujuan meningkatkan produksi sekaligus meningkatkan pendapatan petani,” terangnya.
Lebih jauh dalam keterangannya, pada tahun 2011, Pemerintah Propinsi Jawa Barat melalui bantuan keuangan telah memfasilitasi 200 unit SL-PPT padi sawah seluas 5.000 ha tersebar di 17 Kabupaten dan 1 Kota, dan di tahun 2012 ini sebanyak 200 unit SL-PPT padi sawah seluas 2.000 ha. Bantuan tersebut di gulirkan kembali sebagai bentuk dukungan nyata Pemerintah Propinsi Jawa Barat untuk melaksanakan SL-PPT.
Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Jawa Barat melalui Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Diperta Jawa Barat, Dr.Uneef Primadi,MM. menerangkan dalam rangka pencapaian suasembada beras yang telah di tetapkan, dalam pelaksanaannya melibatkan banyak pihak, baik dari tingkat pusat maupun daerah yang telah di atur dalam peraturan menteri Pertanian No 45 tahun 2011.
Salah satu upaya dalam peningkatan produksi padi, pihaknya melalui penggunaan benih varietas baru unggulan Jawa Barat yaitu INFARI 14 dan INFARI 15 yang telah di rilis oleh Kementerian Pertanian di tahun 2011, yang mempunyai keunggulan dengan rasa yang pulen, tahan terhadap penyakit dan mempunyai adaptasi lahan di ekosistem sawah tadah hujan yang baik serta potensi produktivitas yang mencapai rata-rata 7,5 -8,2 ton/ha GKG.
Di tambahkannya, dalam upaya peningkatan produksi padi Jawa Barat, akan terus berupaya percepatan dan perluasan areal tanam, penerapan teknologi, melaksanakan tanam legowo dan melakukan pemupukan berimbang serta penggunaan pupuk organic, selain itu tidak kalah pentingnya adalah mensinergikan sipul koordinasi tingkat lapangan, terangnya. >> Dodi Sulaeman
