Perkemahan di Hutan Kota Kalamudin ‘Kacau’ Dipindah ke Halaman TPA

Muara Enim,(MR)

PEMERINTAH Kabupaten Muara Enim Melalui dinas Pendidikan Nasional Mengadakan Kegiatan perkemahan di hutan Kota H.Kalamudin Kacau Pindah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) terletak dikelurahan Air Lintang kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim.

Kegiatan ini diikuti oleh siswa SD, SMP dan SMA, SMK, sekabupaten Muara Enim yang berjumlah 10.000 orang siswa, pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan selama 5 hari terhitung mulai dari tanggal 14-18 pebruari 2013.

Menurut Eddi orang tua wali siswa yang mengikuti Perkemahan ini, kami merasa kecewa dengan keadaan ini, masak kami datang tidak disiapkan tempat, kok kami cari sendiri tempatnya, jadi kami anggap kegiatan tidak dipersiapkan dengan matang, kalau melihat tempat ini kan kasian sama Anak-anak, mana tempat ini bau nya ngak ketahanan, tapi sebenarnya kegiatan ini bagus, membuat siswa-siswa bisa mandiri dan matang dalam berpikirnya, namun yang disayangkan itu kalau lihat kenyataan yang ada dilapangan kelihatannya panitia sendiri tidak siap melaksanakan kegiatan ini, ujar Eddi, kamis (14/2).

Pada saat dibincang sala satu Siswa dari SD 27 Rambang dangku, dia mengatakan “ Tempat Perkemahan ini sangat Bau, mana Tenda kami ini dekat Pembuangan Air Tinja, kami sebenarnya tidak tahan dengan Bau nya ini, apalagi kita disini saat makan ya dipaksakan aja, jelasnya.

Dikompirmasi kepada Yasdin Antoni yang didampingi oleh Isroni Kabid Dikdas saat dilokasi perkemahan, Kamis (14/2), dia mengatakan, “ Sebelumnya tempatnya itu sudah ditentuan masing-masing kecamatan yakni diatas sana Hutan Kota Kalamudin, berhubung disana becek, jadi dipindahkan kesini, kalau disana kasian dengan Budak-budak, Na kalau mengenai siapa ketua Panitia ini, ketuanya adalah Kadin diknas (pak Hamirul-Red) ujarnya.

Menurut LSM yang namanya tidak mau dimuat dikoran ini pada saat dijumpai oleh wartawan dikediamannya dia mengatakan “Yang anehnya lagi pada hari jum’at dibukak oleh Bupati Muara Enim Ir.H.Muzakir Sai Sohar, Pada Hari itu juga langsung penutupan, sementara itu Kegiatan Perkemahan Pramuka ini dijadwalkan selama 5 hari, namun kenyataan dilapangan berbeda, memang kalau kondisi tempat itu Suda Becek dan berlumpur akibat Hujan, tapi ini bukan suatu alasan yang kongrit, sebenarnya ini ada apa ?…, sementara kegiatan seperti ini biasanya itu sudah direncanakan dengan matang sebelumnya, ini kan aneh, ujarnya. >> Pintas

Related posts