Peningkatan Jalan SP Tanjung Mulai Tukar Kulit?

Natuna,(MR)

Sejumlah warga kecewa, dengan paket pekerjaan peningkatan jalan SP Tanjung-Tanjung Datok. Hal itu dikatakan Adi bukan nama sebenarnya kepada koran ini Sabtu pekan lalu, saat ditemui dilokasi wisata Pantai Tanjung Natuna. Ia  mengatakan, Proyek peningkatan Jalan SP Tanjung, Tanjung Datok sepanjang 1 KM, mulai memprihatinkan. Pada hal, Proyek pengaspalan ini, baru rampung dikerjakan akhir oktober lalu.               Inilah akibatnya jika pihak rekanan tidak bekerja secara propesional. Seandainya, jalan ini dikerjakan tidak saat musim hujan, mungkin mutu dan kwalitasnya bisa terjamin. Jika dilihat disepanjang jalan, sudah tampak adanya  “ Pengelupasan (Tukar Kulit) pada aspal, apalagi saat ini musim hujan tentu akan mempercepat kerusakan jalan, sesalnya.” Saya heran tidak kontraktor local maupun Provinsi sama saja, hampir semua pengaspalan sudah mulai rusak belum masa waktunya.

Untuk itu kita berharap kiranya, Pemerintah Provinsi diminta segera melakukan perbaikan guna mencegah kerusakan yang lebih parah lagi. Kemudian masalah Parit, kita juga mempertanyakan, kenapa pembagunannya sepenggal-penggal, apakah  memang demikian. Kita ketahui  peningkatan jalan  hotmik Desa Tanjung-Tanjung Datok sepanjang 1 KM, namun drainase (Parit) hanya beberapa meter saja. Kalau bapak tak percaya silahkan cek kebenarannya, apakah Saya ini bohong atau tidak, sarannya, sambil berlalu.

Hasil investigasi dilapangan, Peningkatan jalan SP Tanjung-Tanjung Datok oleh Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga, Pelaksana Jalan nasional SNVT Kepri, dikerjakan oleh PT.Nusantara Agung dengan pagu dana Rp. 2.898.810.189.00,- yang diambil dari dana APBN murni Tahun Anggaran (TA) 2011 dalam pelaksanaannya, mengalami keterlambatan. Bahkan  pengaspalan yang baru rampung 3 bulan lalu, tampak  “terkelupas  (Tukar Sisik)”. Jika dibiarkan, berlarut-larut, apalagi cuaca di Kabupaten Natuna hujan, akan mempercepat kerusakan.

Paktor lain diakibatkan, jauhnya jarak tempuh pengambilan aspal dengan lokasi pengaspalan, sehingga kadar atau suhu aspal tidak mencapai target, mengakibatkan daya rekat aspal berkurang dan mudah terkelupas. Selain itu, parit (Dreainase) hanya  puluhan meter saja, pada hal panjang pengaspalan 1 KM, pertanyaannya benarkan Pembangunan parit hanya puluhan meter saja ?.

Ketua LSM Gebuki (Gerakan Berantas Korupsi) Kota Tanjung Pinang Kuncus Simatupang, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya minggu 11,30Wib, mengatakan, agar Kajati segera melakukan penyelidikan terkait proyek peningkatan jalan di Natuna.

Menurutnya, sejak proyek ini dimenangkan PT.Nusantara Agung, Surat Perintah Kerja (SPK) dikeluarkan bulan April. Namun dalam perjalanan, pihak rekanan baru memulai pekerjaan bulan Agustus lalu. Ini jelas sudah mengangkangi Pepres 54 tegasnya. Seharusnya Pihak kontraktor harus diberi sanksi tegas berupa pemutusan kontrak kerja, karena dianggap lalai, dan memperlambat pembangunan.

Namun kenyataannya, Pelaksanaan pekerjaan terus dilakukan tanpa adanya pemutusan kontrak, ada apa dengan Kepala SNVT dan PPTKnya. Jadi jika pekerjaan peningkatan jalan  SP Tanjung-Tanjung Datok sudah mulai “ Tukar kulit” menurutnya wajar, karena pihak rekanan melakukan pekerjaan dengan tergesa-gesa, sehingga hasilnya tidak maksimal. Apalagi pekerjaan dilakukan saat Natuna musim hujan.

Sementara itu, Kepala SNVT beserta PPTK belum dapat dikonfirmasi terkait berita ini. Bahkan kontraktor pelaksana juga tak dapat di Hubungi. >> Roy

Related posts