Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Nomor : 800/1996/ Umpeg/Kab/2011, tanggal 25 Agustus 2011tentang pengangkatan jabatan Kapusbindik dan pengangkatan Pengawasan TK-SD yang ditandatangani Kadisdik Kabupaten Cianjur menuai masalah. Pasalnya, pengangkatan jabatan tersebut dinilai bukan karena hasil penilaian karir kinerja tetapi diduga hasil penilaian politikus uang sehingga banyak pegawai Negeri yang menyebutkan birokrasi di Dinas pendidikan Cianjur semakin terpuruk.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Drs.Endang Suhendar, M,Pd mengatakan Masalah rotasi dan mutasi begitu pula pengangkatan jabatan pengawas TK-SD itu berdasarkan hasil penilaian kinerja, kalau masalah ada politik uang tidak bisa dibuk-tikan. Kemudian soal pengang-katan pengawas saya tidak tahu mana yang layak dan mana yang tidak layak karena banyak yang harus saya tanda tangan jadi tidak keperiksa satu-per-satunya, lagi pula kalau muncul seperti ini sebagai bahan cambuk bagi kasubag yang terkait dengan masalah ini nanti saya akan bilang ke kepega-waian,” Jawabanya Kadis.
Dikatakan mantan Kapus-bindik TK-SD yang tidak mau di sebut namanya ya sekarang yang punya jabatan itu jelas orang-orang yang punya uang bahkan ada orang di angkat Jabatannya pernah bilang ke saya, pertama 20 juta tapi tidak lolos jadi pengawas. Karena tidak lolos jadi pengawas kemu-dian uang itu diminta untuk di kembalikan namun korban pungutan itu minta tolong ke pejabat lain nambah lagi uang 7 juta akhirnya di lantik jadi pengwas TK-SD orang nya yang diangkat jabatan penga-was di rumah saya bilang pake duit habis 27 juta,” jelasnya sumber.
Selanjut nya kabid TK-SD Disdik Kabupaten Cianjur Drs.Asep Sapulrohman menye-butkan swaktu saya di kapus-bindik kecamatan karang tengah Saya mengakui mungut untuk biaya pelantikan kepala sekolah Rp 1.500 000 saya sendiri cuma kebagian Rp.200 000 Per orang karena tidak ada dana oprasional kalau memang masalah ini muncul berarti kepala sekolah merasa tidak rido nanti kepala sekolah yang di pungut akan saya kumpulkan karena kalau tidak rido buat apa lagi pula itu kan wajar-wajar saja saya yang mengurus nya” jelasnya kabid.
Begitu pula Dindin mantan Kapusbindik menyebutnya bagi saya di mutasi merupakan salah satu cobaan berat, supaya saya lebih beriman kita serahkan saja kepada Allah yang maha kuasa,”ungkapnya. >>Deden Trio /A. Sofyan

