Bulog Divisi Regional Kalimantan Selatan terancam kekurangan stok pangan karena makin meningkatnya jumlah penduduk miskin di provinsi kaya tambang itu.
Stok beras Bulog Kalimantan Selatan (Kalsel) kini tersisa 8.200 ton yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan warga selama dua bulan. “Angka kemiskinan di Kalsel menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) meningkat, sehingga kebutuhan cadangan pangan, terutama beras untuk warga miskin (raskin) juga meningkat,” kata Kepala Bidang Pelayanan Publik Bulog Divisi Regional (Divre) Kalsel Syaifudin di Banjarmasin, Rabu.
Ia menyebutkan, jumlah stok beras yang aman untuk provinsi ini seharusnya mencukupi kebutuhan minimal empat bulan. Namun saat ini persediaan beras di gudang hanya cukup untuk dua bulan. Oleh karena itu, pihaknya telah meminta penambahan stok pangan yang diambil dari kelebihan stok di Bulog provinsi lain.
“ Pada Januari ini Bulog akan menambah stok 3.000 ton beras dari provinsi lain sembari menunggu datangnya panen awal tahun pada April mendatang,” ungkapnya.
Sementara itu, data BPS menyebutkan jumlah penduduk miskin di Kalsel dalam tiga tahun terakhir terus meningkat. Pada 2009 jumlah penduduk miskin tercatat 5,12% atau 175.000 jiwa, pada 2010 5,21% atau 181.960 jiwa, dan pada 2011 terus naik menjadi 5,29% atau 194,623 orang. Terakhir, hingga awal tahun ini jumlah penduduk miskin mencapai 198.611 jiwa atau 5,35% dari jumlah penduduk 3,6 juta jiwa.
Peningkatan jumlah penduduk miskin, ujarnya, juga berpengaruh terhadap kuota raskin yang harus disediakan pemerintah. Hingga akhir 2011 Bulog kalsel telah menyalurkan 30.495 ton dari target penyaluran 31.252 ton untuk 169.418 keluarga di 13 kabupaten/kota. Selain karena semakin meningkatnya jumlah penduduk miskin, ketersediaan cadangan pangan juga dipengaruhi bencana yang terjadi akhir-akhir ini. >> Mulia

