Pendataan Aset Daerah Sudah Rampung?

Natuna, (MR)

DUDUK bersandar, Kabit Aset Daerah Allaji SE, disibukkan dengan setumpukan map di meja kerjanya. Beberapa stafnya keluar masuk ruangan. Meski satu hari lagi menjelang lebaran idul Adha, ia tetap tekun bekerja. Saat wartawan Koran ini beserta rekannya, menyambanginya, dengan seyum kas, Ia mempersilahkan masuk. Apa yang bisa saya bantu ujar lelaki yang baru pindah ruangan itu kepada wartawan, sembari memesan 2 gelas kopi, kepada stafnya.

Menyangkut beberapa persoalan dimasyarakat tentang penyalahgunaan asset Daerah dan peruntukannya tidak tepat pungsi, menurut Dia, semua tepat pungsi. Setiap pembebasan lahan, peruntukkannya sudah jelas dari SKPD terkait. Jika pembangunan itu tidak tereali-sasi dan menjadi lahan tidur, itu bukan salah Pemerintah, seharusnya SKPD yang lebih giat melanjutkan peruntukan itu.

Mengenai kenderaan roda dua, tiga dan 4, semua bantuan operasional itu peruntukannya sudah dijelaskan oleh Bupati saat penyerahan. Jika ada yang menyalahgunakan itu oknumnya aja. Saya harap kalau untuk melakukan teguran, ia SKPD masing-masing, paparnya.

Pendataan asset Natuna, belum semuanya, sebab, untuk Anambas, ada beberapa asset Natuna, yang belum jelas, apakah asset itu mau dihibah atau ditarik katanya. Namun demikian kita sudah jajaki tinggal menunggu kepastian saja. Apakah mau ditarik atau tidak.

Adapun asset kenderaan untuk Natuna saat ini berjumlah 937 kenderaan, dengan rincian roda 4 dan roda 6, 232 tersebar di seluruh Natuna, termasuk Anambas, karena setelah jadi kabupaten, Kenderaan tersebut belum diserahkan. Roda 3 (Tosa) 18 unit dan roda 2 sebanyak 687 unit. Ini baru sebahagian besar asset Daerah, belum termasuk jumlah bangunan dan lahan, yang sudah dibebaskan. Saat ini kita coba menyusun semua asset ini, kata Alaji, sambil menunjukkan buku tebal tempat data asset Daerah itu kepada wartawan.

Menyangkut kenderaan operasional beberapa anggota dewan, sipatnya pinjam pakai. Oleh karena itu biaya operasional kenderaan itu ditanggung oleh masing-masing anggota Dewan, kecuali Pimpinan Dewan. Jika mereka tidak menjabat lagi, kenderaan itu akan kita tarik, karena sipatnya pinjam pakai ujarnya.

Beberapa kenderaan yang pernah dipakai anggota Dewan terdahulu sudah kita tarik, dan kita serahkan kebeberapa Kabag untuk dipergunakan. Terkait masalah kapan waktunya kenderaan itu dapat di doom, sesuai dengan peraturan. Biasanya 5 tahun pemakaian sudah dapat dilelang, Namun Kabupaten Natuna belum pernah melakukan, karena kondisi kenderaan masih terbilang pit. Lelang ada 2 langsung dan terbuka.

Diakuinya ada 2 kenderaan yang sudah di lelang langsung, yakni kenderaan milik Bupati jaman Hamid Rizal dan wakilnya almarhum Izhar. Mudah mudahan kedepan semakin baik harapnya. >> Roy

Related posts