Natuna, (MR)
TIDAK adanya kejelasan beberapa investor asing, akan menanamkan modal usaha di Natuna, membuat Pemkab Natuna bersama LSM BP Migas gencar melakukan terobosan. Sebelumnya, Ketua BP migas Natuna M.Nazir, telah melakukan pertemuan dengan pihak PT.SCN untuk mengajak pengusaha ini, berinves di Natuna, Mengingat perusahaan yang dikelola sangat cocok dikembangkan di Kabupaten Natuna, Ungkap Nazir. Setelah perjalanan panjang, akhirnya Pemkab Natuna, menyempatkan diri untuk bertemu dengan Direktur Kawasan PT SCN.
Bupati Natuna, Ilyas Sabli disela kunjungannya, di PT.Sarana Citra Nusa (SCN) Kabil, Batam, Kepulauan Riau, mengatakan, sangat tertarik dengan pemaparan dan konsep kawasan Kabil. Jika perusahaan ini dapat mengembangkan sayap di Natuna sebagai minat industri penunjang eksplorasi minyak dan gas bumi.
“Kita datang ke sini menjemput bola, karena sangat menginginkan perusahaan tersebut berinvestasi di Natuna,” katanya disela-sela pertemuan dengan direktur PT.SCN di Batam,
Menyangkut hal ini, Pemkab Natuna akan memberikan kemudahan dalam bentuk administrasi dan urusan lain, yang penting perusahaan tersebut segera berinvestasi di Natuna, sebab master plan kegiatan perusahaan ini, sangat bagus, papar Ilyas.
Dalam kunjungan tersebut, Ilyas Sabli beserta, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi, Natuna Ilham Kauli, beserta rombongan BP Migas, Natuna sangat merespon keinginan, yang disampaikan oleh pihak PT.SCN Namun pemaparan pihak perusahaan tidak terlaksana semuanya, dikarenakan waktu. Meski demikian Ketua BP Migas Natuna M.Nazir, berharap, Pemkab Natuna, jangan sampai menyia-yiakan kesempatan ini. Jika memang belum ada investor lain yang masuk ke Natuna, kita harap ini direspon dengan segera, pintanya
Jika ini benar-benar terlaksana?, tentu dampak posotifnya pada perekonomian masyarakat, sekaligus menepis isu miring tentang telah terjadinya kerja sama dengan pihak lain, kata Mat Nazir, Namun sebaliknya, jika tidak ada respon dari Pemerintah, berarti isu kerjasama itu benar Tandasnya.
Mat Nazir juga mengatakan, seandainya pemaparan oleh Direktur Kawasan Kabil itu bisa terlaksana semua, mereka siap melakukan ganti rugi lahan warga, yang penting lokasi kawasan jelas. Itu tidak ada masalah. Sebelumnya juga sudah pernah di paparkan kepada kita. Tinggal menunggu respon positif dari Pemerintah aja.
Lain halnya dengan Direktur Kawasan PT SCN, Agus. Ia mengatakan ketertarikan pihaknya, melirik kawasan di Natuna, agar ingin mempermudah dan memperlancar pemasaran semua kegiatan yang menyangkut Pengeboran di Natuna. Di lihat secara geografis sangat berpotensi dan pengurangan kurts anggara transportasi. Sebab jarak pengeboran dari Batam ke Natuna sangat jauh. Untuk mengurangi itu, Pihaknya pengen membangun kawasan industry ini di Natuna.
Perusahaan yang kami geluti sangat dipercaya dalam bidang perminyakan. Jika perusahaan berada di Natuna akan memper-mudah perusahaan-perusahaan perminyakan dan gas yang beroperasi di Natuna, untuk men-dapatkan kebutuhan bahan baku, dari sekarang hingga, perkembangannya ke depan,” ujarnya.
Menurutnya, ada empat perusahaan sedang beroperasi dan sudah berproduksi di Kabupaten Natuna. “Sudah sewajarnya perusahaan yang bergerak di bidang industri penunjang migas berada di Natuna guna mempermudah pengiriman semua kebutuhan perusahaan perminyakan dan gas tersebut,” paparnya.
Agus menyebutkan, perusahaan ini bukan hanya bergerak di perminyakan saja, Pelabuhan, Resort, restoran dan Pelabuhan. Tahun ini saja perusahaan sudah membuat rig Premier Oil yakni Gajah Baru. “dan semua dikirim dari Batam, seandainya perusahaan ini bisa dibuat di Natuna, tentu akan menekan biaya transportasi,” tutupnya.
Usai melakukan pertemuan Agus, didampingi Stafnya membawa Bupati Natuna dan rombongan untuk melihat-lihat lokasi Industri Kabil, sekaligus melakukan makan bersama. >>Roy
