Pemda Halsel Habiskan Anggaran 2,5 Miliar Demi ‘Duka Sedalam Cinta’

Labuha, (MR)
Lembaga swadya Masyarakat (LSM) Front Delik Anti korupsi (FDAK) Kabupaten Halmahera Selatan menilai pemerintah Daerah (Pemda) Halsel di bawah kepemimpinan Bahrain Kasuba sangat mahal mendalami cinta dengan cara mengexplore wisata melalui film ternyata menghabiskan biaya yang tidak sedikit, buktinya Pemda Halsel, melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Selatan dalam memfasilitasi pembuatan film yang sebagian lokasi syutingnya di pulau Widi ditahun 2017 lalu harus mengeluarkan anggaran sebesar Rp. 2,5 Miliar dengan judul film ‘Duka Sedalam Cinta’.
Kebijakan pemda Halsel yang mengahabiskan anggaran 2,5 Milyar Demi pembuatan film ini dinilai sebagai bentuk pemborosan anggaran yang tidak memiliki kontribusi terhadap pendapatan Asli Daerah (PAD).
Bahkan hanya menjadi beban utang Daerah di tahun 2018, sehingga DPRD Halsel diminta untuk mengkaji ulang dan tidak mengalokasikan anggaran 2,5 milyar untuk pembayaran kegiatan pembuatan film tersebut, karena sangat besar anggarannya, perlu di ketahui pasca pembuatan film tersebut di tayangkan di stasiun Television Nasional tidak ada wisatawan mancanegara maupun lokal yang berkunjung ke wisata Pulau Widi, karena pulau widi tidak memiliki nilai sejarah.
Hal ini di sampaikan oleh Sekretaris LSM Front Delik Anti korupsi (FDAK) Kabupaten Halmahera Selatan, M. Ali Sidik, kepada wartawan Jumat (31/08/2018) mengatakan, langkah yang diambil Pemda Halsel dalam memfasilitasi pembuatan film yang berjudul ‘Duka Sedalam Cinta’ ditahun 2017 lalu di pulau Widi ini hanya pemborosan keuangan Daerah.
“Sangat disayangkan, hanya untuk memfasilitasi kegiatan pembuatan film yang dampaknya tidak begitu signifikan atas promosi potensi wisata Halmahera Selatan, namun anggaran yang dikeluarkan daerah cukup besar, jadi bagi Saya apa yang dilakukan oleh Pemerintah Halmahera Selatan melalui Dinas Pariwisata ini terkesan menghamburkan uang daerah saja, dan anggaran 2,5 miliar tersebut menjadi hutang Daerah di tahun 2018,” tutur Ali.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Halmahera Selatan Nur Muhammad saat di konfirmasi wartawan Media Rakyat melalui saluran teleponnya jumat (31/08/2018) nomor ponselnya tidak aktif. >>Inaya

Related posts