Pemda Diminta Tertibkan Pangkalan Minyak Tanah

Halut, (MR)
Banyaknya pang-kalan minyak tanah, (mitan-red), yang berada di dalam kota Tobelo dan sekitarnya sama sekali tidak menjamin tersedianya pasokan kebutuhan mitan bagi masyarakat. Hal ini dikeluhkan oleh sejumlah warga yang sempat berbincang dengan media ini, beberapa waktu lalu, (4/02/17), di beberapa tempat.

Marince Soleman, salah satu IRT yang tinggal di desa Gamsungi mengeluhkan langkanya minyak tanah padahal rumahnya dekat dengan pangkalan mitan. Akhirnya ia harus membeli di kios yang sudah menjual dengan harga Rp.6 ribu. Hal senada diungkapkan oleh Fitry, salah satu IRT yang tinggal di desa Gosoma.

“Setiap kali kalau mitan masuk dan kami terlambat beli di pangkalan, dan besoknya baru mau membeli, pemilik pangkalan katakana bahwa mitan sudah habis. Namun anehnya, di kios-kios atau warung-warung kecil di pinggir jalan, tersedia mitan dengan jumlah banyak dan tentu saja dengan harga yang cukup tinggi”, ketus Fitry. Pantauan koran ini kondisi ini memang benar karena saat ini, justru yang terjadi bahwa mitan lebih gampang dijumpai di kios-kios atau warung-warung di pinggiran jalan daripada di pangkalan mitan.

Selain itu, sejumlah warga pun meminta agar pihak pemda Halut menertibkan pangkalan-pangkalan mitan siluman yang tidak ada identitas pangkalannya tetapi selalu menjual mitan dengan harga yang sangat tinggi, jauh dari HET yang telah ditentukan. “Setahu kami, kalau mendirikan sebuah pangkalan mitan, harus ada ijin dari kepala desa, kemudian dari kecamatan dan selanjutnya dari pemda dengan memperhatikan sejumlah syarat seperti jumlah KK yang akan dilayani dan letak pangkalan mitan tersebut, apakah berdekatan atau berjauhan dengan pangkalan mitan sebelumnya.

Namun yang terjadi saat ini, selain tidak memiliki papan nama pangkalan, sejumlah pangkalan letaknya sangat berdekatan dan tidak tahu warga mana yang mereka layani. Yang paling tragis yaitu di saat warga sekitar membutuhkan mitan untuk kebutuhan harian di rumah, stok mitan selalu dikatakan habis, padahal mereka tahu bahwa baru saja ada penyaluran mitan dari mobil tangki. Karena itu kami meminta agar pihak pemda Halut bisa menertibkan pangkalan-pangkalan mitan yang terkesan illegal dan kurang melayani warga sekitar yang membutuhkan. >>Karl

Related posts